ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

5 Karunia Ini Tidak Pernah Diberikan Allah kepada Rasul Selain Nabi Muhammad

0

Advertisements

KEHADIRAN Muhammad di bumi adalah anugerah yang membuat butiran-butiran pasir dan debu gurun menjadi laksana mutiara. Jejak langkahnya menyejukkan padang tandus, laksana taman syurga yang mem bangkitkan rindu untuk selalu dikunjungi.

Pengetahuan yang diajarkannya terus-menerus mengalirkan hikmah dan kearifan, laksana telaga zamzam yang tidak pernah kering sepanjang zaman.

BACA JUGA: Nabi dan Halimah As-Saadiah

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan nabi akhir zaman dan tidak ada nabi lagi yang diturunkan Allah Azza Wajalla ke dunia setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Banyak keistimewaan yang dimiliki Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Salah satu keistimewaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah lima anugerah dari Allah Azza Wajalla yang tidak diberikan kepada rasul-rasul sebelumnya.

Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah berkata,

وَعَنْ جَابِرٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : « أُعْطِيْتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الأَنْبِيَاءِ قَبْلِي ، نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيْرَةَ شَهْرٍ ، وَجُعِلَتْ لِي الأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُوْرًا ، فَأَيُّمَا رَجُلٍ أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَة ُفَلْيُصَلِّ ، وَأُحِلَّتْ لِي الغَنَائِمُ ، وَلَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي ، وَأُعْطِيْتُ الشَّفَاعَةُ ، وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ لِلنَّاسِ عَامَّةً » . مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ .

BACA JUGA: Perjuangan Cinta dari Istri Pertama Nabi

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku dianugerahi lima perkara yang tidak pernah diberikan seorang pun dari Rasul-Rasul sebelumku, yaitu (1) aku diberikan pertolongan dengan takutnya musuh mendekatiku dari jarak sebulan perjalanan, (2) dijadikan bumi bagiku sebagai tempat shalat dan bersuci (untuk tayammum, pen.), maka siapa saja dari umatku yang mendapati waktu shalat, maka hendaklah ia shalat, (3) dihalalkan rampasan perang bagiku dan tidak dihalalkan kepada seorang Nabi pun sebelumku, (4) dan aku diberikan kekuasaan memberikan syafa’at (dengan izin Allah), (5) Nabi-Nabi diutus hanya untuk kaumnya saja sedangkan aku diutus untuk seluruh manusia.” (Muttafaqun ‘alaih) (HR. Bukhari, no. 438 dan Muslim, no. 521, 523). []

SUMBER: RUMAYSHO

 

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Maaf Anda Sedang Offline