islampos
Media islam generasi baru

Idul Adha 2017, Pasar Al-Quds Sepi Pembeli

Foto: PIC
0

IDUL Adha adalah hari istimewa bagi umat Muslim, tak terkecuali bagi para pedagang di Palestina. Biasanya, pasar-pasar di al-Quds dipenuhi kebutuhan hari raya, mulai dari makanan, pakaian dan juga hewan kurban. Namun para pedagang menilai daya beli masyarakat tahun ini turun dibandingkan dengan lebaran Kurban tahun-tahun sebelumnya.

Mustafa Abu Zahrah, pedagang di pasar Misrara menyebut situasi ekonomi ini sebagai tahun-tahun tersulit yang dialami kota al-Quds secara khusus dan Tepi Barat secara umum akibat tidak adanya pekerjaan dan orang-orang yang bekerja, PIC melaporkan.

“Para konsumen berusaha meminimalisir sesedikit mungkin kebutuhan mereka, karena kondisi sulit mereka. Di samping situasi ekonomi umum akibat blokade yang dialami kota al-Quds sejak bertahun-tahun dan larangan bahwa warga Tepi Barat untuk berkunjung dan datang ke al-Quds. Hal ini mengakibatkan penurunan pergerakan ekonomi di kota suci al-Quds khususnya di Kota Tua yang mengalami kemerosotan ekonomi” ungkap Abu Zahrah.

“Ada pergerakan bahan pangan secara khusus, dan juga pakaian, kue-kue lebaran dan para pembeli daging serta bahan-bahan pokok lainnya pada hari raya kurban ini, namun itu tidak seperti biasanya dibandingkan dengan lebaran-lebaran di tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

Shalah Halhuli, pedagang di pasar Atarin di Kota Tua al-Quds, mengeluhkan lemahnya daya beli masyarakat. Hal ini mendorong sebagian pedagang menutup toko mereka dan membuka kios di tempat lain. Dia menegaskan bahwa situasinya sudah tidak tertahankan dan sangat berbahaya.

Halhuli meminta para konsumen datang ke pasar-pasar Kota Tua paling tidak, meski tidak membeli barang. “Pada lebaran tahun-tahun sebelumnya saya menutup toko pukul satu tengah malam. Namun sekarang saya tutup lebih awal,” ungkap Halhuli.

Disebutkan bahwa para pedagang daging di dalam pasar-pasar Kota Tua di al-Quds mengalami penurusan drastis, akibat kebijakan penjajah Israel di daerah tersebut. Yang berdampak pada merosotnya situasi ekonomi para pedagang yang menutup lebih dari 90 persen toko dan kios mereka. []

loading...
loading...