ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

3 Kebijakan di DKI yang Dilarang Ini akan Kembali Diberlakukan oleh Anies

Foto: Liputan6.
0

JAKARTA— Anies Baswedan, calon Gubernur DKI Jakarta yang memperoleh suara terbanyak, akan kembali memberlakukan aturan-aturan yang sempat dilarang di masa pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Syaiful Hidayat.

Menurut Anies Baswedan, tidak ada alasan kuat untuk melarang beberapa kebiasaan baik yang sempat dilarang tersebut.

“Tadi saya terima kertas dari ibu-ibu yang aspirasinya langsung disampaikan,” ujar Anies seraya mencari selembar kertas yang berisi permintaan masyarakat saat menghadiri acara isra mi’raj di Masjid At-tin, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), seperti dikutip dari Tempo, Senin, (24/4/2017).

“Latihan penyembelihan hewan kurban dibolehkan lagi, takbiran dibolehkan lagi, Monas boleh dipakai untuk majelis taklim, rumah dinas dipakai lagi untuk pengajian, kantor kelurahan untuk majelis taklim, GOR untuk majelis taklim. Insya Allah akan kami kembalikan semuanya (ke awal),” ujar Anies menambahkan.

Indonesia merupakan negara Pancasila, lanjut Anies, dimana sila pertama berbunyi Ketuhanan yang Maha Esa. Itu artinya pemerintah harus membantu kegiatan yang menyokong Pancasila, termasuk kegiatan keagamaan.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengimbau warga untuk tidak merayakan takbir secara berkeliling.

Ahok meminta kepada masyarakat bahwa takbiran lebih baik dilaksanakan di masjid-masjid serta di kampung wilayahnya masing-masing.

Kemudian, Ahok juga pernah melarang masyarakat untuk mengadakan pengajian akbar di halaman Monumen Nasional. Menurut dia, pengajian seharusnya dilaksanakan di masjid atau tempat luas, tidak harus di Monas. Peraturan-peraturan tersebut akan dikembalikan oleh Anies. []

loading...
loading...