islampos
Media islam generasi baru

Ni Putu, Gadis Penghafal Quran dari Pulau Dewata

Para Penghafal Quran di Bulan Ramadhan

Foto: Geotimes
0

NI PUTU adalah seorang gadis asal Bali. Sebagaimana masyarakat Bali pada umumnya yang menaut agama Hindu, Putu pun mengaku bahwa ia lahir dari keluarga nonmuslim.

Dalam keluarganya, Ni Putu adalah anak tertua dari tujuh bersaudara. Ayahnya berasal dari Sumatera Utara dan ibu dari Lampung. Adalah perjalanan panjang bagaimana ia sampai ke Bali. Pada saat usianya menjelang remaja, tepatnya 17 tahun, ia memutuskan untuk memeluk agama islam, tepatnya tahun 2008.

Sebelumnya, ibunya telah dulu memeluk agama islam. Sungguh luar biasa semangat dia untuk mencapai ridha-Nya. Ia rela pergi dari Pulau Dewata Bali ke Jawa Barat, tepatnya kota Purwakarta. Ia melakukan itu hanya untuk menjadi seorang hafizah yang diadakan di Pesantren Ad-Dhuha Purwakarta. Pesantren inilah yang mengadakan program daurah al-Quran, yaitu menghafal al-Qur’an selama 40 hari.

Subhanallah. Motivasi itu yang ia bawa dari Bali ke Purwakarta beberapa tahun lalu yakni hanya ingin menjadi Ahlul Qur’an, orang yang akan berada di sisi Allah SWT di akhirat nanti. Cita-citanya begitu sederhana, ia hanya ingin menjadi orang yang berguna di sekelilingnya, khususnya kedua orang tuanya.

Saat Islampos menemuinya, ia sudah lulus dari salah satu universitas di Bali. Dan ia pun sudah ditempatkan di salah satu perusahaan sebagai karyawan tetap. Di sela kesibukannya yang padat, ia mencari-cari tempat dimana ia bisa memfasihkan membaca Al-Qur’annya. Hingga akhirnya Allah SWT mempertemukannya dengan Al-Fatah. Dari sinilah ia bisa membaca Al-Qur’an dengan makhroj yang benar.

“Setiap hari saya membaca Al-Qur’an hati saya menjadi tenang. Di setiap ayatnya, saya menemukan kalimat-kalimat yang indah. Sehingga dari kalimat itulah semakin memantapkan hati saya untuk menjadi Ahlul Qur’an,” terang Putu.

“Walaupun di jalanan sana banyak rintangan yang menghadang, tapi saya yakin jika Allah SWT akan selalu melindungi umatnya yang ingin berjuang di jalannya,” ujar Putu lagi.

Dan satu hal yang senantiasa dipegang oleh Putu. “Agama Islam adalah agama yang paling mulia, dan aku ingin membawa orangtuaku berada di sisi Allah SWT di surga nanti,” pungkasnya.  []

loading...
loading...