10 Adab Berdoa dalam Islam

Foto: iStock
0

BERDO’A sangatlah penting bagi setiap muslim, karena salah satu cara untuk mencapai tujuan yang diinginkan selain dengan cara usaha. Selain itu juga Allah SWT. Berfirman dalam Al-Qur’an surat “Berdo’alah kepadaKu, niscaya aku akan mengabulkan do’a kalian.”

Kita selalu diharapkan untuk memanjatkan doa kepada Sang Pencipta, Allah SWT., yang menggambarkan bahwa manusia adalah makhluk ciptaanNya. Orang yang tidak mau berdoa dianggap sombong oleh Allah SWT.

Banyak manusia yang memanjatkan doa kepada Allah SWT, namun ada yang dikabulkan dan ada pula yang tidak. Bagi doanya yang tidak dikabulkan akan timbul pertanyaan “kenapa doaku tidak dikabulkan?” Dalam hal ini ada banyak hal yang membuat do’a tidak dikabulkan, bisa jadi karena do’a nya yang tidak baik, bisa jadi tidak yakin atau bahkan adab dalam berdoa tidak terpenuhi.

Imam al-Ghazali dalam kitabnya, Ihya Ulumuddin juz I hal 361 – 365, mencantumkan ada beberapa adab yang harus diperhatikan ketika berdo’a. Antara lain,

Pertama, memilih waktu-waktu yang mulia ketika hendak berdo’a. Waktu-waktu yang mulia itu seperti hari arafah, ramadhan, hari jum’at dan waktu sahur. “Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar (sahur).”(QS. Adz Dzariyat:18)

Kedua, memanfaatkan kondisi atau keadaan-keadaan yang mulia. Seperti sabda Rasulullah SAW.,”Doa diantara adzan dan iqomat tidaklah ditolak.” (HR. Abu Daud)

Ketiga, hendaklah menghadap kiblat dan mengangkat tangan hingga terlihat warna putih kedua ketiaknya ketika berdo’a. Sebagaimana diriwayatkan dari Anas bahwa Nabi SAW. mengangkat kedua tangannya sehingga terlihat warna putih kedua ketiaknya saat berdoa dan tidak memberikan isyarat dengan jari jemarinya.

Keempat, merendahkan suara. Aisyah mengatakan tentang firman Allah swt “Janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu” (QS. Al Israa : 110)

Kelima, tidak menyusahkan diri dengan bersajak atau berlebih-lebihan. Sesungguhnya seorang yang berdo’a seyogyanya berada dalam keadaan tunduk sedangkan memberatkan diri tidaklah sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.”Akan datang suatu kaum yang berlebih-lebihan dalam berdoa.”

Keenam, tunduk, khusyu, penuh harap dan rasa takut. Sebagaimana firman Allah SWT. Yang artinya “Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada kami.” (QS. Al Anbiya : 90)

Ketujuh, yakin akan dikabulkan doanya serta benar didalam pengharapannya. Sabda Rasulullah SAW.”Berdoalah kepada Allah dan anda meyakini akan pengabulannya. Ketahuilah bahwa Allah azza wa jalla tidaklah mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Ahmad, Thabrani)

Kedelapan, mengulangi do’a hingga tiga kali. Ibnu Mas’ud mengatakan bahwa Nabi SAW. apabila berdoa maka dia berdoa hingga tiga kali dan apabila dia meminta maka dia meminta hingga tiga kali.” (HR. Muslim)

Kesembilan, mengawali doanya dengan dzikrullah (menyebut nama Allah), tidak langsung dengan meminta. Sabda Rasulullah SAW.”Apabila kalian meminta kepada Allah azza wa jalla suatu keperluan maka mulailah dengan shalawat atasku…” (HR. Abu Thalib al Makkiy)

Kesepuluh, bertaubat, mengembalikan simpanan-simpanan orang lain serta menyambut (seruan) Allah swt dengan penuh semangat. [ns/islampos/bukuadab]

loading...
loading...