islampos
Media islam generasi baru

Tahfidz Online, Ajak Masyarakat Lebih Dekat dengan Al-Qur’an

Foto: republika.co.id
0

SEBUAH komunitas Tahfidz Online (TO) dibentuk untuk mengajak masyarakat menghafal Alquran. Di periode ke-10 ini terdapat 499 peserta yang mendaftar, “Namun dari pendaftar sebanyak itu hanya 171 santri yang lulus, baik putra maupun putri,” ujar Direktur Tahfidz Online (TO) Ustaz Iksan Malik, kepada Republika.co.id, Senin (29/5/2017).

Ustaz Iksan menjelaskan, program Tahfidz Online (TO) merupakan komunitas yang didirikannya pada April 2016. Tujuannya untuk mengajak masyarakat agar lebih dekat dengan Alquran, terutama dalam menghafalkannya,” tuturnya.

Selain itu, halaqah TO ini dibuat untuk mewadahi masyarakat yang ingin menghafal Alquran, namun terkendala soal waktu dan tempat. “Melalui Tahfidz Online (TO) ini, kami berupaya mempermudah sistemnya. Syaratnya sangat mudah, punya handphone yang memiliki aplikasi WhatsApp (WA), kemudian memiliki komitmen selama dalam masa halaqah, dan bisa membaca Alquran,” ujarnya.

Adapun persyaratan yang harus dipenuhi peserta adalah komitmen yang kuat selama kurang lebih 40 hari untuk menyetorkan hafalannya kepada musyrif atau muysrifah yang sudah ditunjuk. “Insya Allah, dalam 40 hari bisa hafal satu juz,” terangnya.

Kenapa hanya 40 hari? “Karena waktu 40 hari itu sudah kami anggap cukup untuk dapat satu juz. Kalau masih belum mampu juga, silakan ikut lagi pada periode berikutnya, asal berkomitmen dan istiqamah,” jelas Iksan.

Lanjutnya, Pria asal Palopo, Sulawesi Selatan ini mengatakan, mereka yang mampu mengkhatamkan Alquran atau menghafal Alquran adalah mereka yang punya keistiqamahan. “Mereka yang disiplin dalam setoran dan istiqamah, insya Allah, mampu dengan mudah menghafalkannya,” ujarnya.

Persyaratan lain yang juga harus diperhatikan oleh santri, lanjut Iksan, menjaga adab dengan guru (musyrif/musyrifah), terutama dalam berkomentar (berbicara). Walaupun komunitas ini melalui media sosial (online), tentu diharapkan para santri menjaga etika dan adab. “Karenanya, mereka yang sudah diterima, harus menjaga adab dalam berkomentar di media sosial, baik WhatsApp, Facebook, Instagram, maupun website tahfidzonline.com,” ujarnya.

Sejak dibentuk pada April 2016 tercatat sekitar 3.000 orang yang pernah mendaftar menjadi santri TO. Namun, dari jumlah tersebut hanya sekitar 300-400 santri yang bertahan hingga periode ke-10 ini. “Satu hal yang membanggakan, walaupun online, namun kami sudah berhasil meluluskan satu orang hafizzah. Hafal Alquran antara 4-6 periode, yang setiap periodenya selama 40 hari,” ungkapnya. []

loading...
loading...