islampos
Media islam generasi baru

Puasa Ikut Siapa?

Foto: CNN
0

Oleh: Ustadz Badrusalam, LC

RASULULLAH shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa menaati-ku berarti telah menaati Allah, barangsiapa menentang-ku berarti telah menentang Allah, barangsiapa menaati pemimpin umatku berarti telah menaati-ku, dan barang siapa menentang pemimpin umatku berarti telah menentang-ku,” (HR. Bukhari Muslim).

Imam Ibnu Abil Izz berkata, “Dalil-dalil dari al-Qur’an, sunnah dan ijma’ salaf menunjukkan bahwa seorang penguasa, imam shalat, hakim, komandan perang, dan petugas zakat itu wajib ditaati semua keputusannya yang berkaitan dengan hal-hal yang bersifat ijtihadi. Penguasa tidak berkewajiban untuk menaati rakyat dalam masalah-masalah ijtihadiah. Bahkan kewajiban rakyat adalah menaati penguasa dan meninggalkan pendapatnya demi pendapat yang dipilih penguasa. Karena sesungguhnya manfaat persatuan dan kesatuan serta bahaya perpecahan dan perbedaan itu lebih penting daripada ‘ngotot’ dalam masalah-masalah ijtihadiah”. (Syarh Thahawiah hal 376).

Wahai umat Islam, bersatulah dan jangan berpecah-belah! Ikutilah pemerintah dalam hal ini dan itu lebih selamat bagimu. Sungguh Rabb-mu menyuruhmu untuk taat kepada pemerintah Muslim selama dalam perkara yang ma’ruf. Di dalamnya, hikmah persatuan adalah lebih utama yang jika seandainya pemerintah salah dalam hal ini. Maka dosanya untuk mereka. Sedangkan engkau lebih selamat krn mengikuti perintah Rabb-mu. Itulah hujjahmu kelak ketika berdiri dihadapan-Nya.

Rasulullah bersabda: “Dengar dan taatlah (kepada penguasa) karena yang jadi tanggungan kalian adalah yang wajib bagi kalian, dan yang jadi tanggungan mereka adalah yang wajib bagi mereka,” (HR. Muslim 1846).

“Sholatlah kalian bersama imam, jika sholat imam itu benar, kalian mendapat pahala. Jika sholat imam itu salah, kalian tetap mendapat pahala dan sang imam yang menanggung kesalahnnya,” (HR. Bukhari no. 662).

Sedangkan jika engkau ikut salah satu kelompok yang menyelisihi keputusan pemerintah misalnya, kemudian ternyata mereka salah dalam perhitungannya. Apa jawabmu kelak? Sungguh tanggung jawab itu benar-benar akan ada sepenuhnya di pundakmu. Wallahu’alam bisshawab. []

loading...
loading...