ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Remaja, Riwayatmu Dulu dan Kini

Foto: Tripwire Magazine
0

Oleh: Ashfiya Al Hizbi
Siswi SMP Homeschooling Generasi Pemimpin Cemerlang
Bandungrizkiati.frilia@gmail.com

APA sih yang kebayang dalam benak kita jika mendengar kata “remaja”? Kita akan membayangkan sosok manusia dengan potensi yang besar dengan usia muda. Fisik masih kuat, pikiran masih fresh, belum banyak beban, masa depan masih terbentang panjang, penuh dengan ide-ide yang smart dan kreatif, dan masih banyak lagi.

Luar biasa ternyata potensi yang dimiliki remaja, sehingga wajar jika masa depan suatu bangsa ditentukan oleh remajanya sebagai agen perubahan dan pemimpin masa depan.

Mungkin kita pernah membaca tentang sosok Imam Syafi’i, Muhammad Al-Fatih yang mengukir prestasi kelas dunia di zamannya pada usia muda. Bahkan, nama mereka tetap harum hingga kini. Karya-karya mereka bisa kita rasakan sampai saat ini. Luar biasa bukan?

Jika kita membandingkan sosok remaja saat ini dengan mereka, ternyata jauh sekali perbedaannya. Seperti langit dan bumi. Gimana enggak? Remaja saat ini lebih identik (walaupun tidak semuanya) dengan berbagai permasalahan mereka. Seperti pergaulan bebas, tawuran, narkoba, miras, pornografi, konsumerisme, LGBT, bunuh diri, dan lainnya. Remaja yang diharapkan sebagai agent of change, malah menjadi generasi pembebek dan bermoral lemah. Miris bukan? Potensi besar yang dimiliki oleh remaja ternyata lebih banyak disalurkan kepada hal-hal yang negatif daripada hal-hal yang positif.

Kira-kira apa sih penyebabnya? Kalau ngomongin penyebabnya, enggak akan jauh sama yang namanya dari sekulerisme. Budaya liberal yang berakar dari sekulerisme ini membawa konsumerisme, pergaulan bebas, hedonisme dan pemikiran barat lainnya lewat 4F (Food, Fun, Fashion, dan Film). Karena sekulerisme memang menjauhkan peran agama dalam kehidupan. Agama enggak dianggap saat kita sedang melakukan aktifitas sehari-hari selain ibadah. Akhirnya semakin jauh dari iman, islam, dan Allah.
Trus solusinya gimana? Ya mau enggak mau kita harus mendekap agama dalam kehidupan kita.

Menjadikan agama sebagai sistem kehidupan kita, yang tentunya agama Islam yang berasal dari Allah, Pencipta kita semua. Dengan menerapkan syariat islam, otomatis sekulerisme, liberalism dan berbagai turunannya akan terhapus. Yang akhirnya akan melahirkan kembali remaja yang beriman, sholeh/sholeha, kreatif, dan smart.

Wallahu’alam bish shawab. []

 

loading...
loading...