Jika Sukses Itu Ukurannya …

Foto: freegreatpicture.com
0

 

Oleh: Ernydar Irfan

JIKA sukses itu ukurannya materi, maka seharusnya semua orang yang mempunyai banyak materi akan menikmati kesuksesannya.

Jika sukses itu ukurannya jabatan atau karir, pastinya semua orang yang punya jabatan tinggi dan karir bagus akan menikmati jabatan dan karir.

Jika bahagia itu ukurannya materi, maka semua orang yang hidup dalam kecukupan memiliki jaminan kebahagiaan.

Setelah kita mengenyam kesuksesan, menikmati kelimpahan apakah berarti jaminan kebahagiaan, keselamatan dunia akhirat, kenikmatan dunia akhirat bisa kita genggaman?

Sukses itu baik, berkelimpahan materi itu sangatlah baik. Tapi jika itu semua tidak dapat memberikan jaminan kebahagiaan, jaminan keselamatan dan jaminan kenikmatan kenapa kita begitu dibutakan dengan itu?

Kita tidak akan pernah merasakan nikmatnya materi hingga kita bisa bersyukur dengan apa yang kita nikmati.

Seberapa kecil dan sedikitpun materi bukanlah soal, tapi bagaimana kita bersyukur dan memberikan manfaat bagi orang lain maka jaminan kebahagiaan, keselamatan dan kenikmatan kita genggam.

Kita tidak akan pernah merasakan nikmatnya suatu kesuksesan bila kita tidak mampu menyukseskan orang lain lebih sukses daripada diri kita.

Ketika nenek tua itu tersenyum karena kita membeli dagangannya.

Ketika bapak tua renta itu tersenyum karena seteguk air yang kita berikan.

Ketika anak itu tersenyum karena bisa kembali sekolah karena kemurahan hati kita.

Ketika janda yang tertatih tatih berjuang menghidupi anaknya berlinang air mata bahagia karena hari ini bisa memberi makan anak-anak mereka karena kemudahan yang kita berikan.

Ketika suara ibunda dan ayahanda terdengar bahagia di ujung telepon sana karena perhatian yang kita tunjukan. Maka kita akan merasakan nikmatnya kesuksesan dan kelimpahan materi. Karena kita mampu membeli dunia dan membangun akhirat.

Berhentilah membutakan mata hati, lihatlah bahwa untuk bisa sukses dan berkelebihan itu sangatlah mudah dan sederhana smile emotikon.

“Jabir radhiyallau ‘anhuma bercerita bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia.” Hadits dihasankan oleh al-Albani di dalam Shahihul Jami’ (no. 3289).

Semoga kita selalu belajar dan berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat. []

DISCLAIMER: Tulisan ini secara ekslusif diberikan hak terbit kepada www.islampos.com. Semua jenis kopi tanpa izin akan diproses melalui hukum yang berlaku di Indonesia. Kami mencantumkan pengumuman ini di rubrik Kolom Ernydar Irfan dikarenakan sudah banyak kejadian plagiarisme kolom ini di berbagai media sosial.

loading...
loading...