islampos
Media islam generasi baru

Muhammad Ali Dianugerahi Penghargaan oleh Pemerintah Malaysia

Petinju legendaris dunia Muhammad Ali tunaikan shalat sebelum bertinju melawan Ken Norton 4 Agustus 1976. Foto: Getty Images
0

PUTRAJAYA—Dianggap sebagai sosok yang teguh dalam menjalankan prinsip-prinsip Islam, Muhammad Ali, Petinju legendaris dunia asal Amerika, dianugerahi  penghargaan oleh Pemerintah Malaysia melalui Yayasan Dakwah Islamiyah Malaysia (Yadim).

Penghargaan berupa plakat dan sertifikat dari Pemerintah Malaysia ini diserahkan langsung oleh Menteri urusan Keislaman dari Kantor Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Jamil Khir Baharom, kepada salah satu anak Muhammad Ali, Rasheeda Ali.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian Konvensi Kebangkitan Semangat Islam yang digelar di Putrajaya International Convention Center, Sabtu (4/3/2017) malam waktu setempat.

Menurut Jamil Khir, meninggalnya Muhammad Ali pada pertengahan tahun lalu, telah meninggalkan jejak dan warisan berharga kepada generasi muda.

Warisan dan jejak itu berupa keteguhan dalam menjalankan prinsip-prinsip Islam. Warisan ini pun akan terus menginspirasi generasi muda.

”Namun, sekarang kami tahu kebesaran dari sosok Ali. Semuanya datang dari keteguhan sikap dia yang dia ditunjukkan di dalam dan di luar ring. Bahwa semua kebesaran dan keagungan semata-mata datang dari Allah SWT,” ujar Jamil Khir seperti dikutip News Strait Times, Ahad (5/3/2017).

Jamil Khir teringat ketika Muhammad Ali datang ke Malaysia untuk bertanding dengan Joe Bugner pada 1975. Pada saat itu, seluruh warga Malaysia menyambut kedatangan petinju kelahiran Louisville, Kentucky, AS, tersebut.

Sementara Rasheeda menyatakan ayahnya memang selalu bersemangat, dan senantiasa untuk menyebarkan prinsip-prinsip Islam dan ajaran-ajarannya.

”Dia menerapkan ajaran-ajaran Islam, bahkan saat dirinya berada di dalam ring. Dia menyebarkan kebaikan Islam, bukan hanya kepada keluarganya, tetapi juga kepada teman-temannya,” tutur Rasheeda.

Konvensi yang digelar selama dua hari itu, juga dihadiri oleh cendekiawan Muslim Amerika seperti Imam Zaid Shakir, dosen Oxford University Datuk Dr Afifi al-Akiti, dan Wakil Presiden Asosiasi Islam Amerika  Imam Siraj Wahhaj. []

loading...
loading...