Kesehatan

Wanita Hamil, Boleh Puasa, Boleh Juga Tidak

Kamis 17 Ramadhan 1434 / 25 Juli 2013 13:30

 

ust yudis Wanita Hamil, Boleh Puasa, Boleh Juga Tidak Diasuh oleh Oleh: Yudhistira Adi Maulana, Penggagas rumah sehat Bekam Ruqyah Centre Purwakarta yang berasaskan pengobatan Thibbunnabawi. Alamat: Jl. Veteran No. 106, Kebon Kolot Purwakarta, Jawa Barat, Telf. 0264-205794. Untuk pertanyaan bisa melalui SMS 0817 920 7630 atau PIN BB 26A D4A 15.

________


ISLAM itu tidak mempersulit. Tapi agama Islam datang untuk memudahkan segala hal. Jadi bila merasa sulit pada saat menjalankan Islam berarti salah dalam memelajari dan memahaminya. Salah satu contoh Islam memberikan kemudahan bagi seorang wanita yang sedang hamil di bulan Ramadhan. Tentunya ada kriteria tertentu antara yang boleh berpuasa dan yang tidak boleh berpuasa.

Berikut beberapa kondisi yang mengharuskan wanita hamil untuk tidak berpuasa:

1. Menurunnya tekanan darah, sampai bersangkutan pingsan, pusing, atau hilangnya konsentrasi

2. Muntah yang berkelanjutan, khususnya 1/3 awal dari masa kehamilan. Muntah tersebut menyebabkan hilangnya cairan dan garam mineral, seperti sodium dan potassium. Hal tersebut sangat berpengaruh pada pencernaan dan hilangnya nafsu makan.

3. Meminum tablet yang dapat meningkatkan pembentukan kemih pada saat terjadi pembengkakan pada kedua kaki yang bukan diakibatkan sebagai gejala keracunan kehamilan. Pada saat itulah tablet-tablet itu bekerja menghilangkan unsure potassium yang berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, penting sekali bagi orang yang mengalami gangguan itu untuk mengkonsumsi makanan yang kaya dengan unsure potassium, seperti jeruk, pisang, dan tomat. Diharapkan makanan itu dapat meringankan perasaan tertekan yang menimpanya, karena berkurangnya kadar potassium dalam tubuh.

4. Terjadinya pendarahan yang dirasakan pada saat kehamilan, baik 1/3 awal maupun 1/3 akhir dari masa kehamilan.

5. Penyakit yang dirasakan pada saat dalam kondisi hamil, terutama penyakit ginjal. Hal itu disebabkan karena pada saat seseorang menderita penyakit ginjal, maka akan terjadi pemusatan urine pada saat yang bersangkutan berpuasa dalam kondisi udara sangat panas. Ini akan berakibat fatal dan berbahaya pada penyakit ginjal yang dideritanya. Begitu juga penyakit jantung, penyakit diabetes yang tidak teratur, dan penyakit membesarnya kelenjar gondok yang juga sangat membahayakan.

6. Keguguran yang terjadi berulang kali atau kelahiran prematur. Ada bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa tidak mengkonsumsi makanan dalam jangka waktu yang lama dapat berakibat terjadinya keguguran atau kelahiran prematur.

7. Mengalami keracunan yang ditunjukkan dengan meningkatnya tekanan darah dan bertambahnya berat badan yang disertai dengan pembengkakan pada kudua kaki. Hal itu sebagai akibat dari tertahannya cairan dan garam yang dibarengi dengan peningkatan kadar protein pada air seni.

Anjuran untuk Wanita Hamil yang Berpuasa

Jika wanita hamil memutuskan untuk berpuasa, maka ia harus mengikuti beberapa petunjuk yang dianjurkan oleh para ahli, sebagai berikut:

1. Mengurangi konsumsi makanan berlemak.

2. Menkonsumsi secukupnya dan tidak berlebihan. Jangan mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak pada saat berbuka. Menu berbuka hendaknya dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama pada saat berbuka dan tahap kedua dikonsumsi setelah empat jam kemudian.

3. Mengakhirkan makan sahur sebisa mungkin.

4. Mengurangi konsumsi makanan yang asin dan mengurangi jumlah garam dalam makanan serta memperbanyak cairan.

5. Makan buah-buahan segar yang sudah dicuci dengan bersih untuk menghindari terjadinya sembelit.

6. Mengkonsumsi vitamin.

7. Meminum jus kurma pada saat berbuka untuk membantu melancarkan pencernaan.

8. Minum susu kental dan keju untuk mendapatkan zat kalsium.

9. Usahakan menghindari makanan berlemak yang banyak dikonsumsi pada bulan Ramadhan, seperti mie instan, kue donat, dan manisan. Makanan berlemak dapat menyebabkan tubuh bertambah berat badannya yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, terutama naiknya tekanan darah. Di sisi lain makanan berlemak juga dapat menyebabkan kesulitan mencerna makanan sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Melakukan apa yang dianjurkan oleh para pakar kesehatan, seperti berolahraga dengan jalan kaki, khususnya setelah atau sebelum berbuka jika hal itu memungkinkan. []

Redaktur: Saad Saefullah



Takut Gemuk Ketika Puasa? Coba Bahan Makanan Ini!

Ramadhan dan Para Pahlawan