Dunia

Video Perlihatkan Jabhah Al-Nusrah Eksekusi Pejuang Pendukung Assad

Jumat 7 Rejab 1434 / 17 Mei 2013 08:49

liwa


SEBUAH video yang didistribusikan Kamis kemarin (16/5/2013) oleh Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia menunjukkan jihadis di bagian timur negara itu mengeksekusi pendukung rezim Presiden Bashar al-Assad.

Berbasis di Inggris, lembaga pengawas ini tidak menentukan apakah orang-orang yang dieksekuis itu adalah gerilyawan, juga tidak mengatakan kapan rekaman itu terjadi.

“Para korban yang diekseskusi oleh pejuang Jabhah Al-Nusrah, sebuah organisasi jihad di Suriah yang sudah dimasukkan Amerika Serikat sebagai “teroris”, adalah pendukung rezim Assad, namun kami belum bisa tahu apakah mereka adalah pasukan rezim atau bukan,” kata direktur Observatorium Rami Abdel Rahman kpeada AFP.

Dalam video yang diunggah secara online tersebut menunjukkan seorang pria bertopeng membacakan pernyataan. Setidaknya sembilan pria dengan mata tertutup berada di depannya sambil menghadap kamera.

Di belakang pria itu terdapat dua bendera hitam. Pria itu kemudian mengambil pistol dan menembak para tahanan, satu per satu.

Situs jihadis juga memposting video tersebut dan mengatakan rekaman tersebut difilmkan pada tahun 2012.(fq/islampos/afp)
PEMERINTAH AS pada Kamis kemarin (16/5/2013) memasukkan empat menteri pemerintah Suriah, sebuah maskapai penerbangan dan stasiun televisi dalam daftar hitam karena dianggap membantu pemerintah Assad dalam penumpasan brutal kekuatan oposisi yang telah berlangsung selama dua tahun.

Departemen Keuangan AS mengatakan maskapai milik pemerintah, Syria Airlines Arab, telah membantu kapal kargo milik Pengawal Revolusi Islam Iran membawa senjata ilegal ke Suriah – termasuk roket, senjata anti-pesawat dan amunisi untuk membantu pemerintah Suriah.

Amerika Serikat juga menuduh televisi swasta Al-Dunya membantu propaganda Assad dengan menayangkan pengakuan paksa. Al-Dunya juga membantu pemerintah menyebarkan informasi senjata palsu dan menangkap orang yang dipaksa untuk diwawancara, menurut laporan departemen keuangan AS.

Pada hari yang sama, Departemen Luar Negeri AS mencap sebagai teroris Muhammad al-Jaulani, karena menjadi pemimpin Jabhah al-Nusrah. Kelompok ini adalah salah satu kekuatan yang paling efektif memerangi Presiden Suriah Bashar al-Assad, tetapi juga berjanji setia kepada pemimpin al-Qaidah Ayman al-Zawahri bulan lalu.

Langkah ini menggarisbawahi kebingungan yang dihadapi Amerika Serikat, yang mendukung penggulingan Assad tapi khawatir elemen radikal semakin berkembang dalam tubuh oposisi Suriah.

Washington telah memberlakukan sanksi terhadap Suriah sejak awal perang yang telah berlangsung selama dua tahun sipil dan telah menewaskan sekitar 80.000 orang.(fq/islampos/reuters)

Redaktur: Al Furqon