Sejarah Islam

Timelines Sejarah Crimea Ukraina dan Muslim Tatar

Selasa 9 Jamadilawal 1435 / 11 Maret 2014 20:00

Ukraine Protests

  • 1241, Crimea menjadi wilayah bagian dari imperium Mongol-Tatar “Altin Ulda” (al-Qabilah al-Dzahabiyyah, The Golden Horde), salah satu dari tiga pecahan imperium Mongol yang didirikan oleh Cengis Khan.
  • 1331, penguasa (Khan) Altin Ulda memeluk Islam dan menjadikan Islam sebagai agama resmi imperium.
  • Awal tahun 1400, imperium Altin Ulda mulai melemah dan terpecah menjadi beberapa ke-khanat-an (emir atau kerajaan-kerajaan lokal) beriring dengan badai serangan dari bangsa Slavia (Russia dan Eropa Timur) juga dari imperium Timur Lenk (al-Daulah al-Taimuriyyah) dari Asia Tengah. di antara pecahan tersebut adalah Khanat Kazan (Russia), Khanat Astrakhan (Russia), Khanat Qirim/Crimea (Ukrainia), Khanat Saki (Azerbaijan) dan lain-lain.
  • 1441, ke-Khanat-an Crimea atau Qirim Hanligi (al-Khaanah al-Qirimiyyah/ Crimean Khanate) berdiri dengan Emir-Khan pertamanya Haji Giray. Istana dan ibu kotanya adalah Bagcesaray (Qasr al-Hadiqah/ Istana Taman).
  • 1453, Sultan Muhammad II Al-Fatih, penguasa imperium Turki-Ottoman yang wilayahnya berada di seberang ke-Khanat-an Crimea, menaklukkan Constantinopolis, ibu kota imperium Romawi Timur Byzantium. penaklukan itu juga mengakhiri sejarah Byzantium.
  • 1457, ke-Khanat-an Crimea menjadi wilayah bagian berstatus otonom imperium Turki-Ottoman. Sultan Al-Fatih menunjuk Menceli Giray I sebagai Khan Crimea.
  • Cucu Sultan Al-Fatih (Sultan Yavuz Selim, w. 1520) menikah dengan putri Khan Crimea, Aisha Hatun.
  • Beriring dengan masuknya tahun 1700, ke-Tsar-an Russia menjadi kekuatan yang besar, menjadi pesaing sekaligus ancaman Ottoman dari arah Timur Laut. berkali-kali Russia dan Ottoman terlibat babakan perang hebat dan dahsyat. sejarah mencatat jika sepanjang abad ke-18 sampai awal abad ke-20 (perang dunia I), Russia dan Ottoman adalah ‘Aduwwun laduud atau musuh bebuyutan.
  • 1735-1739, salah satu babakan perang Russia-Ottoman terjadi di Crimea, disebut juga Perang Crimea. perang tersebut sangat bersejarah.
  • 1774, ditandatangani perjanjian “Kucuk-Kainarji” antara pihak Russia dengan Ottoman. dalam perjanjian itu ditetapkan jika ke-Khanat-an Crimea lepas dari kontrol Turki-Ottoman dan menjadi wilayah bagian dari ke-Tsar-an Russia.
  • 1917, meletus revolusi Bolshevik di Russia. revolusi ini menggulingkan Tsar Russia sekaligus mengakhiri sejarah ke-Tsar-annya dan beralih menjadi negara-imperium Uni Sovyet yang berideologi Komunis. Tsar Nikolay II beserta keluarganya ditangkap dan dibunuh oleh pasukan revolusi Sovyet. tahun 1924, imperium Turki-Ottoman juga runtuh dan berganti menjadi Republik Turki.
  • 1928, pemimpin Sovyet Joseph Stalin menerapkan kebijakan “pembersihan etnik”. ratusan ribu orang cacat dan generasi tua dibunuh. salah satu pihak yang menjadi korban kebijakan ini adalah bangsa-bangsa Muslim yang negara mereka dicaplok oleh Sovyet, termasuk muslim Crimea. puluhan ribu Muslim Crimea “ditransmigrasikan” secara paksa oleh pemerintahan Stallin ke wilayah Siberia yang maut dan mengerikan.
  • Kebijakan pemerintahan Sovyet lainnya adalah menempatkan etnik Russia di Crimea sehingga jumlah mereka menjadi mayoritas, menyusul kemudian etnik Ukraina, lalu Tatar-Crimea yang Muslim.
  • Menurut data statistika, pada tahun 1883, populasi Muslim di Crimea adalah 9 juta jiwa. pada tahun 1941 hanya 800 ribu jiwa saja.
  • 1991, Uni Sovyet runtuh. era komunisme berakhir. wilayah-wilayah yang dahulu dijajah oleh Sovyet pun memerdekakan diri. lebih dari 20 negara terbentuk, salah satunya adalah Ukraina. meski statusnya sudah merdeka, namun mayoritas negara-negara tersebut tetap berada di bawah bayang-bayang Russia, sang pewaris Sovyet.
  • Semenanjung Crimea menjadi wilayah bagian dari Ukraina, namun dengan status otonom (Republik Crimea). Ia memiliki parlemen, pemerintahan, bendera dan undang-undang sendiri. Ibu kota Republik Crimea adalah Simferpool.
  • Memasuki tahun 2000, politik luar negeri Ukraina mulai beralih dari arah Russia ke arah Uni Eropa. Ukraina pun menjadi sentral tarik ulur “perang kepentingan” antara Russia dengan Uni Eropa dan Barat. Ukraina sendiri terpecah menjadi dua kubu, satu lebih hendak membawa masa depan Ukraina ke Uni Eropa, satu lagi lebih ke Russia.
  • 2014, meletus kerusuhan di Ukraina. pemerintahan Viktor Yanukovych yang pro-Ruusia digulingkan oleh massa yang memenuhi lapangan kemerdekaan di Kiev. massa menuntut reformasi di berbagai bidang, melepaskan Ukraina dari bayangan Russia, dan menghendaki Ukraina menjadi bagian dari Uni Eropa.
  • Russia kebakaran jenggot. Crimea menjadi kartu yang dimainkan oleh Russia untuk menghadapi Ukraina dan Barat-Uni Eropa. Russia pun menurunkan pasukan militernya menduduki semenanjung Crimea dengan alasan melindungi etnik berbahasa Russia yang menjadi mayoritas di wilayah tersebut. Parlemen Crimea juga memutuskan untuk melepaskan diri dari Ukraina dan memilih bergabung dengan Federasi Russia.
  • Bagaimana kabar Muslim Crimea? [ahmad ginanjar sya’ban]

Redaktur: Al Furqon