Analisis

Suriah, Awal Perang Akhir Zaman? (1)

Kamis 1 Safar 1435 / 5 December 2013 12:40

mujahidin suriah

Oleh: Zulfahmi, MA

KONFLIK yang terjadi di Timur Tengah beberapa tahun lalu telah merambah hingga negeri yang di berkahi yaitu Syam. Banyak pakar analisis telah memberi analisa masing-masing terhadap konflik Suriah. Berbeda dengan Arab spring yang terjadi di negara-negara lain seperti Tunisia, Libya dan Mesir para pakar analisis secara gamblang menyimpulkan bahwa revolusi tersebut merupakan konspirasi Zionis untuk mengusai wilayah Timur Tengah.

Hal senada sebagaimana yang di jelaskan oleh pakar ilmu akhir zaman syekh Imran Hosein bahwa jihad yang dilakukan seperti Libya merupakan Jihad Zionis artinya jihad yang bertujuan untuk melaksanakan agenda Zionis di timur tengah. Pergantian rezim Muammar Khadafi yang beraliansi ke Rusia dan di gantikan dengan rezim yang beraliansi dengan zionis merupakan sebuah agenda untuk memuluskan jalan berdirinya Israel Raya yang merupakan proyek besar kaum Yahudi yang di kenal dengan the new word order.

Namun bagaimana yang terjadi di Suriah apakah konflik suriah juga merupakan agenda Zionis untuk mengusai Timur Tengah? Kita tidak bisa pungkiri bahwa awal konflik suriah merupakan revolusi yang di rancang oleh zionis yang bertujuan untuk pergantian rezim yang telah berkuasa selama puluhan tahun. Dan suriah tercatat sebagai sekutu dekat Rusia. Dilansir Russia Today, Jumat (06/09/2013), usai memastikan Obama membatalkan pertemuan empat mata, Presiden Putin mengatakan Rusia mungkin akan datang untuk membantu Suriah menyerang AS. “Pesan kami adalah, jika Anda menyerang sekutu kami, maka kami mungkin akan datang,” tegas Putin.

Sehingga tidak heran jika ada sebahagian ulama yang mengharamkan jihad di suriah, seperti Syehk Imran Hosein mengatakan bahwa jihad di Suriah hukumnya haram. Alasannya karena beliau menganggap sama seperti membantu zionis dalam menjalankan agendanya sebagaimana yang terjadi di Libya. Hal ini sebagaimana di jelaskan dalam buku The Geopolitics of Superpower karya Colin S. Gray, seorang Alford Machinder abad ke 19 sudah memberi isyarat bahwa Asia Tengah dan Timur Tengah merupakan Kawasan Heartland atau World Island. Sehingga siapa menguasai Heartland yang memiliki kandungan sumber daya alam dan aneka mineral, maka akan menuju Global Imperium. Matikan Timur Tengah, Anda mematikan Cina dan Rusia, maka Anda akan menguasai dunia.

Analisis yang mengatakan jihad di Suriah haram merupakan kesimpulan  yang sangat dangkal dan sangat terburu-buru. Konflik di Suriah tidak bisa dilihat hanya dari satu sisi saja dan secara jelas telah nampak bahwa konflik suriah mempunyai banyak kepentingan. Di satu sisi Zionis menginginkan Suriah menjadi negara yang berpihak kepadanya dan menjadi sekutu di Timur Tengah seperti Saudi Arabia. Sedangkan Rusia mempunyai kepentingan untuk menjaga pangkalan milternya di Timur Tengah serta sebagai sumber cadangan minyak bagi negaranya.

Di lain sisi para Mujahidin juga mempunyai kepentingan terhadap konflik Suriah dengan menjadikan konflik Suriah tersebut sebagai awal penegakan khilafah Islamiyah di bumi Syam. Hal ini berdasarkan nubuat nabi bahwa akhir zaman kekutan umat Islam berada di Syam. Abu Darda berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesunguhnya kekuatan Muslimin pada waktu itu di Ghuthah, di samping kota yang bernama Damaskus yang paling terbaik di negeri Syam.” (HR. Abu Daud )

Persoalannya adalah bagaimana hukum kaum muslimin yang berjuang bersama-sama dengan pasukan yang beraliansi dengan barat (Eropa dan Amerika dan zionis) dengan tujuan yang sama untuk meruntuhkan rezim Bashar Asad, kemudian memiliki kepentingan yang berbeda, pasukan yang beraliansi dengan barat inign menerapkan sistem demokrasi setelah rezim Bashar Asad runtuh, sedangkan para mujahidin ingin menegakkan khilafah Islamiyah. Hal ini karena banyak hadis yang menjelaskan keutamaan negeri Syam. Dan darul Islam akan tegak kembali akhir zaman di Syam.

“Salamah bin Nufail berkata: aku datang menemui Nabi SAW dan berkata: aku bosan merawat kuda perang, aku meletakkan senjataku dan perang telah ditinggalkan para pengusungnya, tak ada lagi perang. Nabi SAW menjawab: Sekarang telah tiba saat berperang, akan selalu ada satu kelompok di tengah umatku yang unggul melawan musuh-musuhnya, Allah sesatkan hati-hati banyak kalangan untuk kemudian kelompok tersebut memerangi mereka, dan Allah akan memberi rizki dari mereka (berupa ghanimah) hingga datang keputusan Allah (Kiamat) dan mereka akan selalu demikian adanya. Ketahuilah, pusat negeri Islam adalah Syam. Kuda perang terpasang tali kekang di kepalanya (siap perang), dan itu membawa kebaikan hingga datangnya Kiamat.” (HR. Imam Ahmad)

Rasulullah SAW telah menubuatkan seribu empat ratus tahun yang lalu bahwa kaum muslimin akan berdamai dengan bangsa Rum. Rasulullah SAW bersabda : “Kamu akan berdamai dengan kaum Rum dalam keadaan aman, kemudian kamu dan mereka akan memerangi suatu musuh. Dan kamu akan mendapatkan kemenangan serta harta rampasan perang dengan selamat. Kemudian kamu berangkat sehingga sampai ke sebuah padang rumput yang luas dan berbukit-bukit. Maka seorang laki-laki dari kaum salib mengangkat tanda salib seraya berkata, ‘Salib telah menang’. Maka marahlah seorang laki-laki dari kaum Muslimin kepadanya, lalu ia mendorongnya dan jatuh (meninggal). Pada waktu itu orang-orang Rum berkhianat, dan mereka berkumpul untuk memerangi kamu di bawah 80 bendera, dimana tiap-tiap bendera terdapat 12 ribu tentara.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)

BERSAMBUNG

Redaktur: Saad Saefullah



Peluang