Konsultasi

Sikap Kita Terhadap Buletin Masjid

Senin 11 Ramadhan 1433 / 30 Juli 2012 07:56

Assalamu’alikum wr.wb.

Ustadz yang baik, selama ini saya sering shalat jum’at di masjid. Dan saya mendapati banyak lembaran atau buletin dakwah yang di dalamnya memuat ayat-ayat al-Qur’an, hadits Nabi, lafadz Allah swt. Namun karena tidak sedikit dari jamaah yang selepas membaca dan hendak beranjak keluar masjid meninggalkan buletin-buletin itu, sehingga menjadi tercecer, sobek, dan terinjak-injak. Padahal setahu saya, tidak boleh lafadz Allah dan ayat al-Qur’an berserakan dan terinjak atau sobek. Bagaimana sikap yang harus saya ambil ust?

Arif Hasan, Jakarta

Betul, tidak sedikit masyarakat kita kurang menghargai nilai dari buletin dakwah yang dengan ikhlas disebarkan oleh lembaga-lembaga yang peduli dengan peningkatan kualitas sesama muslim. Karena ia adalah buletin dakwah, tentu selalu berisi ayat-ayat al-Qur’an dan lafadz Allah, maka semestinya adalah dijaga, dirawat dengan tertib setelah membacanya. Karena prinsipnya agar jangan sampai termasuk pada kategori tidak menghormati syiar-syiar Allah atau menghinakannya.

Para ulama memandang, seharusnya sedapat mungkin kita menjaganya dan merapikannya kembali. Tapi jika merepotkan, sudah koyak, sobek, tidak mungkin dijaga kembali, maka diperbolehkan merobeknya, mengguntingnya dengan rapih atau membakarnya. Ini pun berlaku pada mushaf al-Qur’an yang sudah tua, banyak berjatuhan sobek disana sini, diperbolehkan “menyelamatkannya”, dengan tujuan supaya tidak dihinakan karena orang tidak tahu.

Mari ajak saudara-saudara kita mengagungkan, menghormati syiar-syiar Allah, pasalnya demikian mulianya mengagungkannya, Allah swt berfirman, “Dan siapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Rabbnya.” (al-Hajj: 30). Bahkan dalam firman-Nya yang lain penghormatan terhadap syiar-Nya termasuk indikasi kekuatan ketakwaan hati, “Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (al-Hajj: 32)

Semoga kita termasuk di dalamnya.

Wallahu’alam

___________________________________________________

Rubrik “KONSULTASI” di www.islampos.com diasuh oleh H. Atik Fikri Ilyas, Lc, MA, Ketua Lembaga Dakwah LAZ Shadaqah Perekat Umat (SPU) Purwakarta, Alumnus Universitas Al-Azhar Kairo & Universitas Amer Abdel Kader Aljazair, mahasiswa program Doktoral Tafsir Hadits UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Silakan kirim pertanyaan Anda ke [email protected] atau [email protected]

 

Redaktur: Saad Saefullah



Peluang