Tahukah Anda

Reggae, Marley, & Yahudi

Selasa 16 Zulkaedah 1433 / 2 October 2012 14:04


REGGAE adalah Bob Marley, dan Bob Marley adalah reggae itu sendiri. Amat susah menyebutkan musik reggae sekarang ini tanpa menyebutkan Marley. Pun begitu sebaliknya. Di tengah gempuran boys band a la Korea, serta metal dari Barat, reggae tetap ada. Dan Jamaika, adalah pusat dari reggae itu.

Jamaika merupakan tanah kelahiran musik reggae. Dari Kota Kingston, Bob Marley membesarkan musik yang memiliki ciri permainan ritem gitar yang khas ini. Hingga kini lagu-lagu Bob Marley masih setia dimainkan para pemujanya, termasuk di Indonesia.

Dalam evolusi musik reggae hadir Matisyahu, sosok unik lewat gaya reggae Yahudi-nya memberikan warna berbeda. Itu warna Israel. Tak mesti dengan dreadlock (rambut gimbal), berbendera merah-hijau-kuning kas rasta, atau dekat dengan mariyuana. Matisyahu memuja reggae lewat cara lain. Ia meramu musik reggae kas Jamaika berpadu rap tradisional dan berlirik khas spirit Yahudi. Ada juga yang menyebutkan sebuah perpaduan janggal musik reggae bertemu gaya Yahudi. Tapi tetap saja, reggae adalah Marley dan Marley adalah reggae.

Tahun ini adalah tahun ke-67 Marley. Dengarlah penuturan Ziggie, anak Marley kepada Ynet tahun lalu: “Sejarah hubungan kami dengan akar Israel, Daud, Salomon, sudah ada jauh sebelum saya bertemu istri saya. Ayah saya, budaya Rastafari saya, memiliki hubungan erat dengan budaya Yahudi. Kami memiliki hubungan yang kuat ketika saya masih muda dan membaca Alkitab, Perjanjian Lama. ”

Rohan Marley, putra lain dari Bob, berbicara kepada The Algemeiner tentang keluarga reggae terkemuka mereka  dan hubungan mereka dengan komunitas Yahudi.

“Bob Marley memiliki ayah Yahudi. Dia adalah seorang pria Yahudi Inggris. Keluarga Marley mengambil banyak kebanggaan dalam hubungannya dengan koneksi Yahudi mereka,” ujarnya.

“Semua orang mencintai Bob Marley, tak peduli apapun agamanya.” [sa/islampos/thealgeimener]

 

Redaktur: Saad Saefullah