Dunia

Penjara Amerika Jadi Sarang Pemerkosaan & Pelecehan Seksual

Rabu 5 Safar 1434 / 19 December 2012 07:13

sar Penjara Amerika Jadi Sarang Pemerkosaan & Pelecehan Seksual
PEMERINTAH AS saat ini sedang mengimplementasika langkah-langkah baru pada saat penjara di negara itu menghadapi peningkatan kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual.

Tutwiler penjara wanita di negara bagian AS dari Alabama telah memperoleh reputasi terkenal atas tingkat tinggi aksi kekerasan seksual dan pemerkosaan.

“Kita tahu dari banyaknya kehamilan, termasuk tiga sejak 2009,” kata pengacara LSM Equal Justice Initiative (EJI) Charlotte Morrison.

Morrison melanjutkan dengan mengatakan bahwa lebih dari 50 perempuan telah diwawancarai di Tutwiler.

“Setiap wanita lajang yang kami wawancarai menyatakan mereka mengalami kekerasan seksual, pelecehan atau telah menyaksikan narapidana perempuan lain yang dilecehkan secara seksual atau mengalami kekerasan seksual.”

Monica Washington adalah salah satu wanita yang hamil setelah diperkosa oleh sipir penjara. Kasusnya dibawa ke pengadilan. Namun, sang sipir tidak didakwa melakukan perkosaan, tetapi hanya tuduhan “pelecehan seksual kriminal” dan dihukum hanya enam bulan penjara.

Kasus seperti pelecehan seksual tidak terbatas pada penjara di selatan Amerika. AS memiliki jumlah tertinggi tahanan di dunia, dengan lebih dari dua juta narapidana yang tinggal di balik jeruji besi di seluruh negeri itu.

Menurut survei terbaru yang dilakukan oleh Federal Bureau of Justice Statistics, sekitar 9,6 persen diperkirakan dari mantan tahanan di penjara negara nasional, melaporkan satu atau lebih pernah mengalami insiden korban seksual.

Sekitar 5,4 persen dari mantan tahanan negara mengatakan mereka telah menyaksikan insiden yang melibatkan narapidana lain, sedangkan 5,3 persen melaporkan insiden yang melibatkan staf penjara.(fq/islampos/prtv)

Redaktur: Al Furqon



Peluang