Nasional

Pendidikan Seks Di Sekolah, Perlukah?

Senin 26 Syaaban 1433 / 16 Juli 2012 02:16

islampos.com—DI NEGARA-negara maju, pendidikan seks dimasukkan ke dalam kurikulum di sekolah. Bagaimana di Indonesia?

Lontaran ide ini dikemukan oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Pangkalpinang, Irianto Tahor. Irianto menyatakan pendidikan seks harus dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah untuk menghindari efek negatif seks di luar nikah.

“Pendidikan seks perlu dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah-sekolah guna menghindari terjadinya seks bebas yang menimbulkan berbagai penyakit dan juga praktik aborsi di kalangan remaja,” kata Irianto seperti yang dikutip dari tribunnews.

Tapi menurut Irianto, pun begitu pendidikan seks di sekolah harus dibatasi. “Artinya tidak semua jenjang pendidikan diberi materi pendidikan seks, misalnya pada tingkat TK dan SD tidak perlu diberi, selain itu, muatannya pun harus dikemas sedemikian rupa sehingga pnedidikan akan berorientasi pada kesehatan reproduksi,” kata dia.

Hal tersebut dinyatakan Irianto terkait dengan pemberitaan Menteri Kesehatan yang beberapa waktu lalu membagi-bagikan kondom sebagai kampanye mengenai program kesehatan reproduksi.

“Saya pikir hal tersebut tidak efektif dan malah akan menimbulkan kesan yang salah, cara yang efektif untuk mengenalkan kesehatan organ reproduksi adalah dengan memberikan pendidikan seks,” ujarnya. [islampos/tribunnews/antara/radarbangka]

 

 

Redaktur: Saad Saefullah



Peluang