Dunia

Paceklik Di Amerika, 15 Negara Bagian Menderita Kelaparan

Kamis 5 Syawal 1433 / 23 Agustus 2012 17:17

US Mississippi 300x200 Paceklik Di Amerika, 15 Negara Bagian Menderita Kelaparan

islampos.com—AMERIKA memang dilanda krisis besar-besaran. Tidak hanya ktitis utang yang sudah terlalu akut, musim paceklik kini pun tengah melanda negeri Adi Daya Tersebut. Seperti hal nya negara-negara miskin di Afrika, sejumlah negara bagian di Amerika menderita kalaparan.

Dari hasil survey yang dilakukan oleh Gallup-Healthways Well-Being Index, dimana melibatkan 177.662 orang dewasa Amerika dari Januari sampai Juni 2012. Gallup melaporkan, bahwa ada 1.000 orang Amerika setiap hari  pernah mengalami kekurangan makanan dalam 12 bulan terakhir sewaktu mereka tidak punya cukup uang untuk membeli makanan untuk mereka atau keluarga mereka.

Setidaknya satu dari empat warga Mississippi di laporankan dalam 12 bulan terakhir tidak punya cukup uang untuk membeli keperluan makanan untuk mereka atau keluarga mereka, dibanding negara bagian lain pada paruh pertama 2012.

Di 15 negara bagian AS, setidaknya satu dari lima orang Amerika mengatakan mereka berjuang untuk membayar makanan yang mereka butuhkan setidaknya sekali selama 12 bulan terakhir. Nationwide, 18,2% warga Amerika pada tahun 2012 mengatakan ada saat-saat ketika mereka tidak bisa membayar makanan yang mereka butuhkan, setara dengan 18,6% yang mengalami kesulitan mendapatkan makanan pada tahun 2011.

Warga negara di daerah Tenggara dan Barat Daya adalah yang paling menderita kekurangan makanan. Mereka yang tinggal di Mountain Plains dan wilayah Midwest termasuk yang paling mungkin mengalami kesulitan pangan.

Kekeringan terburuk AS dalam 56 tahun terakhir berdampak  menghancurkan pusat-pusat tanaman jagung dan kedelai di Midwest dan Plains, dan mempertinggi ketakutan kekurangan pangan.

Kekeringan yang merusak jagung di Lawrence, Mich (AP) hampir dua-pertiga dari batasan Amerika Serikat berada di bawah tingkat standar karena kekeringan yang melanda pada tanggal 31 Juli lalu, dan lebih dari seperlimanya diklasifikasikan kekeringan ekstrim, menurut Monitor Kekeringan, kata sebuah laporan mingguan yang disusun para ahli iklim AS Common Dreams.

Seorang ekonom dari Jasa Asuransi Tanaman Nasional memperkirakan, kerugian dari kekeringan itu bisa mencapai US$ 20 miliar dan pembayar pajak pada akhirnya akan menanggung sebagian besar biaya sektor nasional yang hangus, lapor Iowa Farmer Today. [nr/islampos/it]

Redaktur: Ratna



Peluang