Dunia

Ini Dia Andil Besar Mujahidin Chechnya Dalam Perang Suriah

Jumat 25 Rabiulakhir 1434 / 8 Maret 2013 16:57

Free Syrian Army rebels shooting at government position and snipers in Aleppo

PERSAUDARAAN Islam tidak hanya sebatas teritorial, di mana ada orang menyebut kalimat Tauhid maka itulah saudara Muslim kita. Umat Islam itu ibarat satu tubuh, jika satu bagian tubuh yang sakit maka seluruh tubuh merasakan sakitnya.

Berangkat dari hal ini, ditambah dengan tertumpahnya darah kaum Muslimin akibat kekejaman rezim Nushairiyah Bashar Al-Assad, sejumlah umat Islam dari Chechnya dan Kaukasus Utara berangkat ke Suriah untuk bergabung dengan pertempuran melawan pasukan keamanan Presiden Suriah Bashar Al-Assad.

“Ini adalah pertama kalinya bahwa sejumlah massa Chechen ikut ambil bagian dalam aksi militer di luar negeri,” kata analis Mairbek Vatchagayev berbasis di Paris kepada Reuters pada Kamis kemarin (7/3/2013).

Estimasi menunjukkan bahwa puluhan Muslim dari Chechnya dan Kaukasus Utara pergi berjuang melawan pasukan Assad di Suriah.

“Jihad membutuhkan banyak hal,” kata Omar Abu al-Chechen seorang pejuang di Brigade Migran dalam sebuah rekaman video.

“Pertama membutuhkan uang. Uang hari ini sangat dibutuhkan untuk berjihad,” ujar al-Chechen, yang berbicara dalam bahasa Rusia dan diterjemahkan oleh sesama pejuang ke dalam bahasa Arab.

“(Kami) telah kehilangan banyak kesempatan, tapi hari ini sudah ada kesempatan untuk mendirikan daulah Islam di bumi.”

Salah satu sumber oposisi Suriah mengatakan pejuang Chechen adalah kekuatan terbesar kedua setelah pejuang asing asal  Libya yang bergabung dengan perlawanan di Suriah setelah mereka berhasil menggulingkan dan membunuh Muammar Gaddafi.

Sumber oposisi yang lain mengatakan 17 pejuang dari Kaukasus Utara syahid (insya Allah) dalam pertempuran di luar Aleppo bulan lalu.

Para pengamat mengatakan banyak pejuang dari Kaukasus Utara adalah para mahasiswa yang belajar di sekolah-sekolah agama di luar Rusia.

Namun, mereka memiliki keterampilan dan pengalaman berperang karena partisipasi mereka dalam perang melawan pasukan Rusia di Chechnya pada era 1994-1996 dan 1999-2000.

“Mereka sangat signifikan, di beberapa daerah mereka memimpin pertempuran dan beberapa dari mereka adalah pemimpin Brigade,” sumber oposisi Suriah menegaskan.

“Mereka adalah pejuang yang berpengalaman dan juga mereka berjuang berdasarkan pada keyakinan ideologis, sehingga mereka tidak menginginkan imbalan apa pun.”(fq/islampos/onislam)

Redaktur: Al Furqon



Peluang