Nasional

MMI Sambut Tantangan Diskusi Terbuka Jose Rizal

Sabtu 13 Syaaban 1434 / 22 Juni 2013 13:18

irfan awwas MMI Sambut Tantangan Diskusi Terbuka Jose Rizal

MAJELIS Mujahidin Indonesia (MMI) menyambut tantangan Diskusi Terbuka Presidium MER-C Jose Rizal Jurnalis kepada Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Irfan S. Awwas terkait Konflik Suriah. Melalui surat yang ditandatangani Manajer Operasional MER- C, Rima M, pihak Jose Rizal menentukan waktu diskusi pada Rabu 26 Juni 2013 di Auditorium Ar Rahim Lantai 12, Universitas YARSI.

Namun pihak MMI mempertanyakan penentuan waktu diskusi yang ditentukan secara sepihak. MMI menegaskan mereka siap untuk satu meja dengan Jose Rizal dengan catatan waktu diskusi dijadwal ulang.

“MER-C seharusnya tidak menentukan waktu secara sepihak, karena ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Irfan S. Awwas sejak 25 Juni 2013 hingga Kongres Mujahidin IV, 23–25 Agustus 2013 penuh kegiatan melakukan roadshow ke perwakilan-perwakilan Majelis Mujahidin. Jika debat ingin direalisasikan, silakan dijadwal ulang!” kata Sekretaris Umum MMI, M Shabbarin Syakur, dalam rilisnya kepada Islampos.com, Sabtu (23/6/2013).

Ajakan Diskusi Terbuka ini diusulkan MER-C sehubungan pernyataan Irfan S Awwas di sejumlah media online mengenai konflik di Suriah, MER-C menyadari pentingnya bagi semua pihak yang memiliki keprihatinan terhadap konflik di Suriah untuk dapat saling berbagi data dan fakta guna mengungkapkan akar permasalahan di Suriah dan bertukar pikiran mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Suriah.

Berbeda dengan keinginan MER-C, MMI mengusulkan format diskusi lebih kepada Debat Publik Terbuka, bukan Diskusi Panel sehingga perlu fokus pada persoalan, bukan bias soal Konflik Suriah.

“Sebab, fatwa mayoritas ulama Islam Timur Tengah menyatakan Wajib Jihad ke Suriah, sehingga tidak diperlukan diskusi lagi,” papar Shabbarin Syakur.

Sebelumnya Ketua Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Irfan S Awwas mengkritik pernyataan Jose Rizal terkait tudingan Mujahidin Suriah bekerjasama dengan Zionis untuk menumbangkan Bashar Assad. Irfan meminta Jose Rizal berbicara berdasarkan data dan fakta, karena itu bisa menjadi fitnah luar biasa bagi perjuangan rakyat Suriah.

“Jose harus bicara berdasarkan data. Tidak ada faktanya Amerika memberikan bantuan bagi Mujahidin. Itu kebohongan dan rekayasa,” kata Irfan kepada wartawan di kantor Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia, Senin (10/6/2013). (Pz/Islampos)

Redaktur: Rayhan



Peluang