Opini

Mengejar Detik Tertinggal

Selasa 13 Muharram 1434 / 27 November 2012 19:39

mengejar 268x300 Mengejar Detik Tertinggal

Oleh: Haden Mulyono

SATU hal yang membangkitkan rasa semangat dan percaya diri saya; Sirah Peradaban Islam! Semua terkuak tentang keindahan kehidupan dari tataran konsep sampai pengamalan. “Sami’na wa atha’na,” ucap para sahabat, dari ungkapan ini guratan emas menghias, melukisi setiap detik kehidupan yang mengangkasa dari Hijaz hingga Cordoba. Lalu bagaimana dengan sekarang? “Sami’na wa ashayna!” kalimat ini saya rasa lebih pantas untuk mengungkapkan keadaan umat saat ini. Jarang yang walau hanya sekedar tahu tentang sejarah.

Islam dan peradabannya mengajarkan untuk patuh dan taat, pada semua hal yang Rasulullah bawa. Bukan hanya mendengar lalu memikirkannya. Banyak yang apatis terhadap para “Kader Dakwah” saat ini, kenapa? Mungkin implementasi kerjanya lebih sedikit, dibanding ucapnya.

Wajar jika setiap orang yang melihat orang “biasa” berbuat baik jadi lebih senang terhadapnya.Beberapa wakatu lalu saya membaca disebuah website tentang kiprah Presiden Mursi di Mesir, Mursi sama kondisinya seperti di Indonesia (dalam konteks peperangan media) berada pada titik yang disudutkan. Bedanya ia  tidak tersentuh dengan semua pemberitaan jika data dan faktanya memang berkata lain.

Di Parlemen Mesir terdapat oposisi, dominasi oposisi adalah dari mereka yang benci terhadap revolusi (antek rezim Mubarok). Pencopotan jaksa agung menjadikan semua data-data kebusukan rezim Mubarok akan segera menguap.

Akan ada bentrok disini, beberapa hari yang lalu satu orang pemuda dari IM wafat, diserbu oleh preman bayaran rezim Mubarok, tak butuh waktu lama untuk mengungkapnya. Dekrit Presiden telah dikeluarkan untuk mendukung pembersihan dan penyelesaian revolusi, untuk membentuk dewan yudikatif, dan legislatif. Jutaan rakyat turun kejalan (padahal mesir dalam kondisi musim dingin) untuk menyuarakan pembelaannya terhadap Mursi (Akibat demo atas penentangan pengeluaran dekrit presiden).

Saya banyak belajar dari data dan fakta di atas, kebaikan dan loyalitas perjuangan Mursi menjadi titik puncak nilai perjuangan dakwah (semoga tetap istiqomah). Dalam kondisi Mesir yang dihantam luar-dalam, dari mulai penentangan rezim mubarok yang akan segera musnah (sampai saat ini rezim mubarok mendapat asupan dana dari barat), pertentangan dengan zionis yahudi di tanah jajahan Palestina, hingga perbaikan dunia perekonomian yang hanya memiliki subsidi pangan sebesar 2% dari produk domestik bruto (PDB).

Manufaktur di Mesir turun 12% sejak Arab Spring. Ini adalah kerja berat, dimana Mesir harus mendapatkan investasi sebesar 40-50 Miliar dolar sebagai dana investasi di negeri para nabi tersebut.Terasanya keberadaan dakwah di Mesir (Ruhiyah dan Jasadiyah) telah menciptakan indikasi anti provokasi yang “media” gembar-gemborkan.

Nah, sekarang mari kita lihat di Indonesia, tak usah banyak bicara. Berbuatlah yang terbaik semampu yang kita bisa, ber’amalah seperti yang Rasulullah ajarkan, “Sampaikanlah walau satu ayat.” Sampaikan dengan lisan, dan amal perbuatan.

Jadikan setiap orang yang melihat kita akan memberikan nilai: “Seharusnya seperti inilah seorang muslim, Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.”

 

Haden Mulyono, Bekerja di Smart Learning Center dan tinggal di kota Bekasi.

Redaktur: Hanifah Qomariah



Peluang