Islam Mancanegara

Masjid-Masjid di Prancis, Sasaran Empuk Gerakan Islamofobia

Senin 1 Zulkaedah 1433 / 17 September 2012 15:34

islampos.com—DI PRANCIS, aksi Islamofobia terus menjadi persoalan yang makin mengkhawatirkan bagi komunitas muslim di sana. Dan lagi-lagi masjid, rumah Allah itu kerap menjadi contoh terbaru meningkatnya gelombang Islamofobia.

Sebelumnya kejadian serupa aksi islamfobia juga pernah tejadi di sebuah masjid di Perancis selatan di mana ditemukan dua kepala babi digantung di depan pintu masuk masjid. Berkali-kali masjid menjadi pemberitaan terhangat seputar aksi islamofobia.

Melihat masjid terus menjadi sasaran empuk bagi gerakan Islamofobia, kelompok Muslim Perancis berkali-kali mendesak pemerintah untuk mengambil posisi yang lebih kuat terhadap meningkatnya sentimen anti-Islam, menyerukan perubahan peraturan untuk mengatasi gelombang kejahatan Islamofobia yang menargetkan minoritas Muslim. Namun sejak pemerintahan Sarkozy sampai pemerintahan Hollande gerakan islamofobia belum juga berakhir terutama di masjid.

Beberapa hari yang lalu, gerakan islamofobia terbaru terhadap masjid di Prancis kembali terjadi, tepatnya di kota Limoges Perancis pusat, dimana pintu sebuah masjid dioleskan kotoran manusia dan slogan-slogan rasis anti muslim.

Mereaksi hal tersebut, kelompok Muslim Perancis mendesak pemerintah untuk segera memasang kamera CCTV di setiap masjid di Perancis menyusul serangkaian serangan yang menargetkan masjid di seluruh wilayah Prancis.

“Ini adalah waktu yang tepat, dewan kota harus segera mengatasi masalah ini dengan serius dan mulai menempatkan kamera CCTV di depan masjid,” kata Abdallah Zekri, ketua Observatory Islamofobia yang didirikan oleh Prancis Muslim Council, Agence France Presse (AFP ).

Trend Islamofobia

Serangan terhadap masjid-masjid jelas mencerminkan tren anti-Muslim. Meredam hal itu, Dewan Muslim Perancis meminta umat Islam untuk tetap waspada dan tenang dalam menghadapi serangan Islamofobia yang terus meningkat.

Februari lalu, Group Pemantauan Islamofobia yang dikepalai oleh Abdallah Zekri mengeluarkan peringatan laporan meningkatnya jumlah serangan Islamofobia di Perancis pada tahun 2011 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurut Zekri ada 38 insiden kekerasan dan serangan yang ditujukan Muslim Perancis, masjid dan pusat-pusat kegiatan Islam, meningkat dari tahun sebelumnya pada tahun 2010 yang hanya 22 insiden.

Pada bulan Agustus, dua ekor babi kepala digantung pada dua pilar di luar sebuah masjid di kota barat daya Montauban.

31 Januari lalu, pengacau menyerang sebuah masjid di distrik Perancis Glonnières of Le Mans, menutupi dinding dengan grafiti bertuliskan “Islam keluar dari Eropa”, “No Islam” dan “Prancis untuk Prancis.”

Tiga hari sebelumnya, sebuah masjid di Miramas juga dipulas dengan slogan-slogan Islamofobia bersama dengan nama calon presiden Pen Front Nasional Kelautan Le.

Pada tanggal 17 Januari tulisan fasis grafiti ditemukan di dinding sebuah masjid yang sedang dibangun di Montigny-en-Ostrevent dengan tulisan “Presiden Adolf” atau “Hei” yang merujuk pada Nazi. “Heil Hitler”.

Dua hari kemudian pada tanggal 19 Januari kepala dua ekor babi ‘yang tersisa di lokasi masjid yang sedang dibangun di Nanterre. [nr/islampos/onislam/afp]

 

Redaktur: Ratna



Peluang