Laporan Khusus

Mantan LDII Resmikan Mushola Al Muhajiriin Di Mojokerto

Ahad 2 Rejab 1434 / 12 Mei 2013 15:31

masjid Mantan LDII Resmikan Mushola Al Muhajiriin Di Mojokerto

SATU malam (11/5/ 2013), dimulai dengan Sholat Isya’ Berjamaah, Lebih dari 175 orang memadati Musholla Al Muhaajiriin di Mojokerto. Dinamakan Al Muhaajiriin karena pemilik musholla tersebut hijrah dari LDII / Islam Jamaah menuju Ahlussunnah Wal Jamaah. Drs. H. Sutoyo ( 60 Tahun) Mantan Ketua DPD Kabupaten LDII, pemilik Mushollah, ingin agar Tempat Ibadahnya bisa dimanfaatkan oleh Umat secara umum, rutin ditegakkan Sholat 5 waktu, diisi kajian Tauhid dan Sunnah, sehingga ummat makin merasakan manfaatnya.

Walaupun berukuran cukup besar untuk difungsikan sebagai mesjid, Tempat ibadah ini diikrarkan sebagai Musholla, karena di dekatnya sudah ada Mesjid yang cukup besar. Pemilik Musholla berukuran A x B , dengan fasilitas tambahan : tempat wudhu, 2 kamar tamu, tempat musyawarah, dan parkiran yang cukup luas, Drs. H. Sutoyo, mengatakan : “Bila dianggap perlu, seandainya mesjid besar sudah tidak bisa menampung umat, bisa saja kedepannya Musholla ini menjadi Mesjid untuk memfasilitasi kegiatan ibadah Umat.”

Acara dibuka oleh Pak Suprapto, Kepala Desa Terusan yang berpesan agar Musholla ini bisa dimanfaatkan dan diramaikan untuk Umat Islam dengan sebaik-baiknya. Pak Suprapto juga berharap agar Musholla bisa lebih banyak dimanfaatkan khususnya pada saat Ramadhan mendatang. Acara juga dihadiri dan direstui oleh warga RT 1 tempat Musholla itu berdiri, 30 Ikhwan Ahlussunnah Mojokerto, dan 21 takmir Musholla dan Masjid di Desa Terusan.

Acara dilanjutkan dengan Kajian Ilmiyyah oleh ustadz yang membahas : “Wasiat Rasulullaah kepada Muadz bin Jabbal”. Turut hadir juga beberapa tokoh dari NU, Muhammadiyyah, Jamaah Tabligh, LDII, Ahlussunnah Waljamaah, dan Mantan LDII / Islam Jamaah, dari : Madiun, Solo, Jogja, Batu, Malang, Bandung, Jakarta, Bengkulu, Sidoardjo, Cirebon, Surabaya, Gresik, Banyumas, Sukoharjo, Tangerang, Ponorogo, Magelang, Semarang.

Acara ditutup dengan ramah tamah, makan bersama dan setelah acara peresmian tersebut, para Mantan LDII / Islam Jamaah menginap untuk berkoordinasi, bertestimoni sambil memasak dan menyantap ikan bakar.

Setelah acara peresmian selesai, Mantan DPP LDII bidang Pemuda, Seni dan Budaya, H. Adi Darma menanggapi : “Kalau saya jadi Pak Sutoyo, saya juga akan melakukan apa yang dilakukan beliau” (memfungsikan Mushollanya untuk Umat Islam secara umum).

Pada Ahad 12 Mai 2013, dilanjutkan Acara Reunian Mantan LDII / Islam Jamaah yang berisi :

Sharing Ruqyah Syar’iyyah oleh Adam, SekJen FRIH (Forum Ruju’ ilal Haq, Wadah komunikasi Mantan LDII / Islam Jamaah, jam 5.30 – 08.00. Pelatihan ini bertujuan agar mantan2 LDII bisa membersihkan efek dari akidah dan doktrin kesombongan “jalan tunggal ke surga” buatan Nurhasan, serta pengaruh beladiri dan doa2 bathil yang pernah dipelajari di sana

Hampir semua mantan LDII dan sebagian warga LDII yang datang untuk belajar Ruqyah Syar’iyyah mengalami reaksi keras setelah mempraktekan Ruqyah Syar’iyyah. Setelah pelatihan ini, dihimbau agar para peserta bisa meruqah diri dan keluarganya dan memberikan manfaat buat Umat Islam seluas-luasnya

Juga digelar taklim mengenai Manqul, Sanad dan Ilmu Hadits oleh Ust Rikrik Aulia, Mantan Ustadz LDII jam 08.30 – 10.00. Tidak bermanfaat, menjadikan sanad sebagai sarat sah ilmu, tapi ilmu yang diamalkannya malah jauh dari tuntunan dan praktek ibadah yang dicontohkan Nabi dan Shahabatnya. Periwayatan dari pendusta tertolak, tidak bisa diterima. Ulama tidak menerima ilmu dari orang yang menjadikan berdusta / taqiyah / bithonah sebagai bagian agamanya / bagian dari karakternya.

Kajian Mu’amalataulHukkam Fii Dhou’ilKitaab WasSunnaah oleh Ust Yusuf Thowaf khususnya dalam masalah Jamaah wal Imamah, Kepemimpinan, dan dilanjutkan dengan Kajian Ust Mauluddin Akhyar ( Mantan Wakil Imam Pusat Islam Jamaah / LDII ) dengan poin-poinmMenjelaskan penyimpangan-penyimpangan LDII / IJ, Ulama Ahlussunnah Waljamaah meninggalkan ucapan siapapun yang menyelisihi Kitab dan Sunnah.

Turut juga dibagikan materi Kajian Ilmiyyah tentang Wajibnya Sholat Berjamaah di mesjid Umat Islam, dan Bathilnya Penarikan Upeti / Isrun 2,5 – 10 % yang biasa dilakukan oleh Jamaah LDII / Islam Jamaah. [adam amrullah/islampos]

Redaktur: Saad Saefullah



Peluang