Nasional

LPPOM MUI Dihimbau Perkuat Diri

Kamis 11 Zulkaedah 1433 / 27 September 2012 14:47

pembukaanrakornas 300x224 LPPOM MUI Dihimbau Perkuat Diri

Meski telah dilengkapi oleh infrastruktur dan sistem yang relatif lengkap, LPPOM MUI beserta seluruh jajarannya di provinsi tidak boleh merasa  puas karena tantangan ke depan akan semakin besar.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua MUI Bidang Ekonomi dan Sertifikasi Halal, H. Amidhan Saberah, dalam sambutan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional LPPOM MUI di Jakarta, Rabu (26/09/2012).

Rakornas yang diikuti oleh pimpinan LPPOM MUI dari 33 provinsi seluruh Indonesia itu berlangsung selama tiga hari, 26 September–28 September di Jakarta dan Bogor.

Menurut Amidhan Saberah, secara kelembagaan, keberadaan MUI sebagai lembaga penyelenggara sertifikasi halal telah didukung oleh adanya UU Pangan, dan UU Perlindungan Konsumen, di mana dalam UU tersebut keberadaan MUI sebagai lembaga sertifikasi halal jelas disebutkan.

Secara kinerja, LPPOM MUI yang kini menjadi President World Halal Food Council (WHFC), juga telah diakui oleh sejumlah lembaga sertifikasi halal luar negeri dan standar yang dibuat telah diadopsi dan diimplementasikan di sejumlah negara. “Namun kita jangan cepat puas, karena tantangan ke depan semakin besar,” kata Amidhan Saberah.

Tantangan yang dimaksud antara lain, semakin tingginya tuntutan masyarakat akan produk halal, serta persaingan pasar global di mana unsur halal telah menjadi salah satu kekuatan daya saing. Oleh karena itu, tambah Amidhan, LPPOM MUI harus senantiasa melakukan upaya penguatan di berbagai bidang, baik di bidang kelembagaan maupun profesionalitas para pengelolanya.

Sementara itu, Direktur LPPOM MUI, Ir. Lukmanul Hakim, MSi., dalam laporannya menyampaikan, peningkatan profesionalisme sertifikasi halal berbasis IT, telah dirancang dan diimplementasika, baik di pusat maupun di beberapa LPPOM MUI Provinsi.

Ditambahkan, profesionalisme kelembagaan LPPOM MUI, baik di pusat maupun daerah menjadi kata kunci bagi keberhasilan organisasi di masa mendatang. Secara internasional, kata Lukmanul Hakim, MUI telah menerapkan standar bagi lembaga sertifikasi halal luar negeri, sehingga LPPOM MUI sebagai perpanjangan tangan MUI di bidang sertifikasi halal harus memiliki standar profesionalisme. Salah satunya adalah dengan mengimplementasikan aplikasi system sertifikasi halal berbasis IT.

“Jika sudah diberakukan di seluruh wilayah Indonesia, maka Cerol SS-23000 akan mempermudah LPPOM MUI dalam melakukan sertifikasi halal. Bagi perusahaan, terutama di daerah-daerah pedalaman yang susah dijangkau oleh sarana transportasi, Cerol SS-23000 juga sangat efisien karena tidak harus mondar mandir-mandir untuk menyerahkan berkas, karena bisa semua berkas dikirim via online,” jelasnya panjang lebar.

Selain sistem pelayanan sertifikasi, LPPOM MUI juga telah melengkapi dengan standar infrastruktur. LPPOM MUI Provinsi dituntut memiliki peralatan standar minimal untuk dapat melayani masyarakat yang hendak mengajukan sertifikasi halal. (Pizaro)

Redaktur: Rayhan



Peluang