Dunia

Komite Al Quds: Jegal Langkah Israel, Indonesia Usulkan Empat Cara

Jumat 22 Rabiulawal 1435 / 24 Januari 2014 09:46

Tosari Widjaja

Tosari Widjaja

INDONESIA kembali menegaskan dukungannya bagi perjuangan rakyat Palestina untuk mendapatkan haknya serta mendukung langkah-langkah dunia internasional untuk solusi damai bagi kemerdekaan Palestina dengan ibu kotanya Al-Quds. Hal tersebut disampaikan oleh Dubes Tosari Widjaja selaku ketua delegasi RI mewakili pemerintah RI pada pertemuan ke-20 Komite Al-Quds di kota Marrakech (17-18/1).

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia mendorong lahirnya ide-ide baru guna menghentikan langkah-langkah illegal Israel yang tidak lagi mengindahkan hukum dan resolusi internasional.

Empat langkah baru diusulkan oleh Pemerintah Indonesia dalam pertemuan tersebut, yaitu: (1) Menugaskan Komite Al-Quds untuk mengkoordinasikan dan menetapkan strategi OKI untuk menghentikan kebijakan Judaization Israel di kota Al-Quds; (2) Memperkuat kerjasama internasional melawan kebijakan Israel terhadap Palestina baik dengan Negara – Negara, organisasi internasional, civil society dan media; (3) Memperkuat dukungan politik dari Negara – Negara dengan membawa isu Al-Quds ke sejumlah forum yang tepat di PBB, seperti dengan menyelenggarakan Sesi Khusus di Majelis Umum PBB atau penyelenggaraan Debat Terbuka di Dewan Keamanan PBB; dan (4) menambah tekanan politik terhadap Israel dengan terus mencegah agar Israel tidak dapat memperoleh dukungan politik, ekonomi dan strategis dari pendudukan ilegalnya di Palestina.

Pertemuan Komite Al-Quds ke-20 dipimpin langsung oleh Raja Maroko Mohamed VI selaku Ketua Komite Al-Quds dengan dihadiri oleh Presiden Palestina Mahmud Abbas, Sekjen OKI Iyad Amin Madani, serta menteri-menteri luar negeri atau utusan khusus yang mewakili negara-negara anggota Komite Al-Quds seperti Palestina, Jordan, Lebanon, Irak, Iran, Mesir, Arab Saudi, Mauritania, Senegal, Guinea, Niger, Indonesia, Pakistan dan Bangladesh.

Seperti diberitakan KBRI Rabat, untuk menggalang dukungan lebih luas dari masyarakat Internasional dan untuk pertama kalinya pula, Pertemuan Komite Al-Quds kali ini mengundang tamu khusus utusan Presiden AS untuk OKI, utusan Sekjen PBB, Sekjen Liga Arab, Uni Eropa serta utusan khusus Perancis, Inggris, Russia, China dan Vatikan.

Dalam pertemuan pararel Board of Executive negara anggota Komite Al-Quds menyetujui bantuan dana sebesar US 30 Juta bagi Bait Mal Al-Quds Agency untuk tahun 2014-2018 yang diperuntukkan bagi proyek-proyek sosial, pendidikan, kesehatan, keagamaan, kebudayaan dan perbaikan perekonomian rakyat Palestina.

Guna menggalang bantuan untuk mempertahankan Al-Quds yang terancam oleh pendudukan Israel, Komite Al-Quds dalam Pernyataan Akhirnya juga menyeru seluruh negara-negara anggota OKI untuk melakukan Gerakan Kampanye Donasi Massal. [pz/Islampos]

Redaktur: Rayhan



Peluang