Nasional

‘Kembalikan Jenazah Anak Saya, Dia Bukan Teroris’

Sabtu 7 Rabiulawal 1434 / 19 Januari 2013 14:32

fatma 150x150 Kembalikan Jenazah Anak Saya, Dia Bukan Teroris

MATA Hj. Fatma terlihat berkaca-kaca saat menjelaskan nasib jenazah anaknya, Anas Wiryanto, pemuda berumur 32 tahun yang ditembak Densus, di Dompu, Bima, NTB, Sabtu (5/1/2013). Pasalnya hingga memasuki hari ke-13, pihak kepolisian enggan memulangkan jenazah Anas dari RS. Polri ke kampung halamannya. Padahal wanita berumur 55 tahun ini mengaku sudah menjalankan tes DNA sesuai permintaan polisi.

“Polisi meminta saya menjalankan tes DNA dan menjanjikan  akan keluar satu minggu. Tapi ini sudah lebih dari  1 minggu tidak ada kabar apa-apa,” katanya dalam testimoni di depan Masjid Baiturrohman, Jakarta, Sabtu (19/1/2013).

Hj Fatma mengaku polisi sempat membeberkan alasan kenapa jenazah anaknya belum bisa dipulangkan. Katanya, Polisi mengaku kesulitan dana untuk mengantarkan Anas ke Bima. Alasan ini tentu dipertanyakan oleh dirinya.

“Lho kan yang membawa anak saya ke sini adalah bapak-bapak. Di mana tanggung jawab bapak?” tegasnya.

Tuduhan bahwa Anas adalah teroris pun ditampiknya. Anas di matanya adalah anak soleh dan tulang punggung bagi keluarga. Ia gemar membantu meringankan beban keluarga.

“Anak saya tidak pernah sholat di rumah, selalu sholat berjama’ah di Masjid. Anak saya bukan teroris,” jelasnya. (Pz/Islampos)

Redaktur: Rayhan



Peluang