Nasional

Keluarga Korban: “Polisi Coba Tutupi Kasus Ayung”

Jumat 20 Zulhijjah 1434 / 25 October 2013 08:14

Rini Keluarga Korban: Polisi Coba Tutupi Kasus Ayung

Rini Fitriana

KELUARGA korban pembunuhan dengan modus pembakaran yang dilakukan oleh Yung Indrajaya Kosasih alias Ayung menduga bahwa pihak kepolisian mencoba untuk menutup-nutupi kasus ini.

Menurut keterangan Dicky Ramiyana adik korban Rini Fitriana, ketika keluarga melaporkan kejadaian ini pada kepolisian untuk meminta surat keterangan, pihak kepolisian dengan sengaja mengaburkan kejadian dengan menuliskan “pembakaran barang yang mengakibatkan kematian”.

“Saat baca surat keterangan itu ibu saya marah dan langsung nyobek (surat keterangan), tapi pas revisi surat, kata-katanya malah jadi ‘pembakaran, yang mengakibatkan kematian’,” jelas Dicky pada Islampos (23/10/2013) di Cirebon.

Dalam pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP) pun, pihak kepolisian tampak berusaha mengaburkan kasus ini dengan mem-BAP orang-orang yang justru tidak menyaksikan perkara dan tinggal jauh dari TKP.

“Pak Otong (saksi) yang jelas-jelas tahu Bapak Yoyo (korban meninggal) dibakar, malah tidak di-BAP oleh pihak kepolisian,” ungkap salah seorang kerabat keluarga yang enggan disebut namanya.

Menariknya, sebelum keluarga mengajukan laporan ke kepolisian, terdakwa Ayung sudah membuat BAP dengan keterangan bahwa ia mencoba bunuh diri dibantu oleh Pak Yoyo.

“Ketika saya tahu itu (BAP bunuh diri Ayung), saya langsung protes ke Pak Doni dari Kasat Reskrim Polresta Cirebon. Saya khawatir kalau kasus ini tidak kita kawal, Ayung bisa lepas dari hukum,” pungkasnya.

KELUARGA korban pembunuhan dengan modus pembakaran yang dilakukan oleh Yung Indrajaya Kosasih alias Ayung menduga bahwa pihak kepolisian mencoba untuk menutup-nutupi kasus ini.

Menurut keterangan Dicky Ramiyana adik korban Rini Fitriana, ketika keluarga melaporkan kejadaian ini pada kepolisian untuk meminta surat keterangan, pihak kepolisian dengan sengaja mengaburkan kejadian dengan menuliskan “pembakaran barang yang mengakibatkan kematian.”

“Saat baca surat keterangan itu ibu saya marah dan langsung nyobek (surat keterangan), tapi pas revisi surat, kata-katanya malah jadi ‘pembakaran, yang mengakibatkan kematian’,” jelas Dicky pada Islampos (23/10/2013) di Cirebon.

Dalam pembuatan berita acara pemeriksaan (BAP) pun, pihak kepolisian tampak berusaha mengaburkan kasus ini dengan mem-BAP orang-orang yang justru tidak menyaksikan perkara dan tinggal jauh dari TKP.

“Pak Otong (saksi) yang jelas-jelas tahu Bapak Yoyo (korban meninggal) dibakar, malah tidak di-BAP oleh pihak kepolisian,” ungkap salah seorang kerabat keluarga yang enggan disebut namanya.

Menariknya, sebelum keluarga mengajukan laporan ke kepolisian, terdakwa Ayung sudah membuat BAP dengan keterangan bahwa ia mencoba bunuh diri dibantu oleh Pak Yoyo.

“Ketika saya tahu itu (BAP bunuh diri Ayung), saya langsung protes ke Pak Doni dari Kasat Reskrim Polresta Cirebon. Saya khawatir kalau kasus ini tidak kita kawal, Ayung bisa lepas dari hukum,” pungkasnya. [eza/islampos]

Redaktur: Rayhan



Peluang