Laporan Khusus

Iran; Negeri Syiah Dengan Perkembangan Ilmu Tercepat di Dunia

Kamis 11 Zulkaedah 1433 / 27 September 2012 11:55

iran science Iran; Negeri Syiah Dengan Perkembangan Ilmu Tercepat di Duniaislampos.com—MENGEJUTKAN. Selama ini Iran, yang menjadi negeri ‘kiblat’ Syiah, ternyata sedang mengalami kemajuan dalam ilmu pengetahuan dengan sangat pesat. Surat kabar Al-Haram dalam sebuah laporannya menjelaskan bahwa Iran telah berhasil meraih perkembangan ilmu tercepat rata-rata di dunia. Iran sejak tahun 1995, telah mengambil jalan untuk mengembangkan ilmunya dalam menanggapi embargo-embargo internasional, terutama lewat karya-karya ilmiahnya.

Dalam menanggapi embargo-embargo dan sanksi-sanksi internasional, sejak tahun 1995 Iran telah memilih jalan dengan memajukan ilmu pengetahuannya. Hingga kini Iran telah dihadapkan pada banyak masalah dalam mewujudkan cita-cita nasionalnya ini. Problem yang paling penting adalah larinya sebagian dari orang-orang cerdas dan embargo-embargo internasional yang diterapkan kepada negara ini. Namun kendati menghadapi sedemikian banyak rintangan, dalam interval tahun 1996 hingga tahun 2011, dalam kemajuan ilmu, Iran telah berhasil meraih kedudukan tertinggi di dunia.

Berdasarkan laporan majalah Neo Saintis, rata-rata perkembangan ilmu Iran, menduduki posisi tercepat dari rata-rata perkembangan ilmu di dunia dan 12 kali lipat rata-rata pertumbuhan ilmu global.

Menurut Reuters, pada tahun 2011, Iran telah berhasil menempati kedudukan kedua di Timur Tengah setelah Turki, dalam perkembangan ilmu pengetahuan.

Produksi penelitian ilmiah di Turki adalah 19 persen produksi global dan Iran adalah 1/3 persennya.

Inovasi-inovasi ilmiah Iran tidak hanya terbatas pada inovasi nuklir saja, melainkan dalam bidang-bidang lain seperti ruang angkasa, dan farmasi. Iran termasuk negara dengan perkembangan yang menonjol dan membanggakan. Demikian juga dengan penemuan sel-sel inti, nano teknologi, bioteknologi, kimia-biologi dan bidang-bidang lain.

Akan tetapi kenapa Iran memilih IT sebagai jalan perkembangan ilmu untuk menunjukkan kehebatannya pada dunia?

Presiden Iran secara ringkas telah menjawab pertanyaan ini dan mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk mengeluarkan revolusi Iran dan membuatnya sebagai teladan adalah melalui kemajuan dan perluasan dalam berbagai bidang.

Banyak warga Iran yang meyakini bahwa keterbelakangan ilmu merupakan penyebab asli dan mendasar dari dominasi militer dan ekonomi negara-negara maju atas dunia ketiga. Olehkarena itu para negarawan Iran, baik neo-konservatifnya maupun penuntut reformasi, kendati berada di bawah seluruh pelarangan dunia, tetap meningkatkan konsentrasinya pada pendidikan dan menghidupkan proyek-proyek ilmiahnya.

Berdasarkan data-data yang ada, jumlah mahasiswa universitas-universitas Iran dari seratus ribu pada tahun 1979 (tahun revolusi) telah menjadi tiga juta orang pada tahun 2011, dan berada dalam kerangka upaya untuk mewujudkan tujuan-tujuan nasional. Teheran telah menyiapkan sebuah rencana yang berada dalam 224 rencana, dimana keseluruhannya harus selesai diterapkan hingga tahun 2025.

Dalam seluruh rancangan ini, konsentrasi difokuskan pada penelitian sel-sel dasar, produksi obat-obatan anti kanker, nano teknologi dan teknologi informasi.

Dikatakan bahwa pemerintah Iran menjamin 75 persen biaya penelitian ilmiah negara.

Nasrin Sultankhoh, deputi Kementrian Ilmu dan Inovasi Iran, bukannya menganggap sanksi-sanksi dan embargo-embargo internasional sebagai sebuah ancaman bagi Iran, melainkan menyatakan hal ini sebagai sebuah kesempatan bagi Iran untuk lebih maju dalam bidang ilmiah.

Dengan kemajuan seperti ini apakah mungkin misi Iran untuk mengusai negara-negara Sunni sudah semakin mendekati realita? [sm/islampos/shabestan/berbagaisumber]

Redaktur: Sodikin Maulana



Peluang