Analisis

Inilah Skenario Amerika Di Suriah

Ahad 2 Jamadilawal 1433 / 25 Maret 2012 06:10

BERBAGAI  spekulasi terus merebak sehubungan dengan kondisi Suriah yang terus memanas. Melibatkan Turki dan Israel, dengan Amerika sebagai orang di balik layar. Spekulasi-spekulasi tersebut mengatakan bahwa skenario itu misalnya menolak panggilan dari Damaskus untuk menghadiri pertemuan Liga Arab atas krisis di negara ini.  Juga dengan cara mengakui oposisi Suriah sebagai pemerintah “sah” Suriah, dan memberikan mereka tempat di Turki.

Sebagai bagian dari rencana itu, kedutaan besar dan konsulat Suriah akan diserang di beberapa negara dan kantor-kantor diplomatiknya akan digunakan sebagai basis untuk menimbulkan hantaman besar pada pemerintah Suriah.

Menurut banyak sumber, bagian lain dari plot AS yang sedang dalam proses atau diharapkan terjadi dalam waktu dekat meliputi:

Pertama, pemerintah Suriah akan dicap sebagai penjahat perang dan kasusnya akan dibawa ke Den Haag dan badan hak asasi manusia internasional.

Washington kemudian akan menugaskan Turki untuk mengirimkan pasukan ke Suriah untuk menghasut gesekan internal dan perang saudara di dalam negeri oleh warga sipil Suriah, serta mempersenjatai oposisi untuk melawan pemerintah.

Pada langkah berikutnya, Washington akan mempersenjatai kaum mujahidin dan anggota Fath al-Islam di Tripoli, yang didukung oleh tentara Qatar dan pejuang Libya, dan menyuruh mereka untuk menyerang desa-desa perbatasan Suriah.

Israel akan urun rembug dengan menyatakan kesiapan untuk melakukan operasi militer terhadap Suriah. Menteri Luar Negeri Israel Avigdor Lieberman baru-baru ini mengumumkan akan mengunjungi AS minggu depan. Dia diperkirakan akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, senator AS, dan pejabat senior lainnya.

Para pejabat yang dekat dengan Lieberman, dikutip oleh sumber-sumber Israel, mengatakan bahwa ia akan meminta pemerintah AS untuk meningkatkan tekanan internasional terhadap Suriah, mendesak Washington untuk menggulingkan pemerintah Suriah.

Yordania, negara tetangga Suriah , juga akan mengumumkan kesiapannya untuk melakukan intervensi militer di Suriah setelah menerima lampu hijau dari AS.

Saluran televisi Suriah juga mungkin diblok dari Nilesat dan satelit Arabsat untuk mencegah bentuk penayangan sehubungan dengan perkembangan pemerintahan Suriah. [sa/presstv]

Redaktur: Saad Saefullah