Nasional

Bung Karno yang Menandatangani Eksekusi Mati Kartosoewirjo

Kamis 19 Syawal 1433 / 6 September 2012 16:50

20120906 105607 soekarno kartosuwiryo Bung Karno yang Menandatangani Eksekusi Mati Kartosoewirjoislampos.com—MENYEBUTKAN Kartosoewirjo akan selalu menyebut tokoh besar Indonesia lainnya. Bung Karno. Menurut buku “Hari Terakhir Kartosoewirjo” karya Fadli Zon, Eksekusi mati terhadap Kartosoewirjo dilakukan pada September 1962 atas persetujuan Presiden Soekarno. Saat itu Bung Karno mengaku keputusan untuk menandatangani eksekusi mati itu merupakan salah satu hal terberat dalam hidupnya.

Konon, sebelum Bung Karno bersedia menandatangani vonis mati itu, sang proklamator berkali-kali menyingkirkan berkas eksekusi mati Kartosoewirjo dari meja kerjanya. Hal itu dilakukannya bukan tanpa alasan, Bung Karno dan Kartosoewirjo adalah dua orang karib.  Keduanya berguru pada orang yang sama yakni HOS Tjokroaminoto. Saat itu keduanya tinggal di sebuah rumah kontrakan milik tokoh Sarekat Islam itu.

“Di tahun 1918 ia adalah seorang sahabatku yang baik. Kami bekerja bahu membahu bersama Pak Tjokro demi kejayaan Tanah Air. Di tahun 20-an di Bandung kami tinggal bersama, makan bersama dan bermimpi bersama-sama. Tetapi ketika aku bergerak dengan landasan kebangsaan, dia berjuang semata-mata menurut azas agama Islam,” kata Soekarno dalam buku ‘Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat’ Karya Cindy Adams, Terbitan Media Pressido.

Sudah jelas ada perbedaan ideologi antara Soekarno dan Kartosoewirjo. Perbedaan itu tak pelak menyebabkan keduanya berseberangan dan mengambil jalan masing-masing.

Pada 7 Agustus 1949, Kartosoewirjo memproklamasikan Negara Islam Indonesia (NII) di Tasikmalaya. Dengan militansi yang dimilikinya, Kartosoewirjo melebarkan gerakan dan pengaruhnya hingga ke sebagian Pulau Jawa, Aceh, dan Sulawesi Selatan. [sa/islampos//merdeka]

Redaktur: Saad Saefullah



Peluang