Akhir Zaman

Banyaknya Perdagangan Oleh Kaum Perempuan

Kamis 8 Syaaban 1433 / 28 Juni 2012 01:38

perempuan berdagang

MARAKNYA persaingan dalam usaha pada saat ini, membuat setiap orang berlomba untuk mengeruk pundi-pundi uang demi meraih kepuasan materi semata. Himpitan ekonomi yang semakin kentara menjadikan perdagangan sebagai satu-satunya jalan untuk dapat hidup. Tidak jarang perdagangan di masa sekarang bukan hanya di dominasi oleh kaum laki-laki, kaum perempuan pun tak ingin kalah bersaing.

Seiring dengan perkembangan zaman dan tuntutan keadaan, manusia terus berlomba untuk mempertahankan eksistensinya. Kondisi akhir zaman sendiri digambarkan oleh Rasulullah saw akan dipenuhi dengan orang-orang yang miskin dalam beramal, kikir terhadap hartanya, dan egois terhadap sesama, sehingga manusia akan terus disibukkan dengan upaya mencari penghidupan dan melupakan bekal yang sebenarnya.

Berkenaan dengan nubuwat Rasulullah saw yang menjelaskan akan adanya kondisi di mana perdagangan menjadi pilihan favorit manusia dalam mencari penghidupan, hingga terus melibatkan anggota keluarganya, maka fenomena saat ini membenarkan hal itu. Nabi saw bersabda:

“Sesungguhnya menjelang kiamat akan ada ucapan salam khusus dan perdagangan tersebar luas sehingga seorang perempuan ikut serta dengan suaminya dalam perdagangan.” (HR. Ahmad)

Akhir abad ke-20 merupakan masa-masa tumbuh dan gencarnya emansipasi. Dan pada abad ke-21 sungguh mengejutkan banyaknya pabrik-pabrik, kantor-kantor, pasar dan pusat perdagangan, dan lapangan pekerjaan lainnya, dipadati oleh komunitas perempuan.

Bahkan pekerjaan kasar yang sejatinya dilakukan oleh kaum laki-laki pun tak luput dari campur tangan perempuan. Sebagai contoh pekerjaan kuli pasar, pekerja bangunan, kernet bus, polisi, pekerja SPBU, polisi lalu lintas, pendorong gerobak, kini sudah banyak diisi oleh kaum perempuan.

Hadits di atas juga menggambarkan maraknya perdagangan di kalangan manusia. Tugas mencari nafkah yang sebenarnya dibebankan kepada kaum laki-laki, ternyata juga banyak dilakukan oleh kaum perempuan.

Hadits di atas juga bisa sebut sebagai peringatan dari nabi untuk berhati-hati dengan fenomena yang terjadi saat ini, di mana peran seorang perempuan sudah banyak berubah di akhir zaman. Mereka tidak lagi menahan diri mereka di rumah, yang memang itu lebih baik untuk mereka. Namun, justru keluar dari rumah mereka dan ikut meramaikan pasar-pasar dengan kehadiran mereka di tengah-tengah kaum laki-laki.

Dengan alasan persamaan gender dan emansipasi, banyak dari kaum perempuan yang menuntut agar mereka mendapatkan peran dan posisi yang setara dengan kaum laki-laki, jelas ini merupakan penyimpangan fitrah mereka sebagai perempuan. [sm/islampos/arrisalah]

Redaktur: Sodikin Maulana



Peluang