Dirosah

Agar Rajin Membaca Seperti Para Ulama

Rabu 19 Rejab 1434 / 29 Mei 2013 16:33

baca buku

MEMBACA adalah kegiatan yang sangat mulia. Dengannya seorang dapat mengetahui sesuatu yang belum ia ketahui.

Selain itu orang yang rajin membaca akan pandai dalam berbicara. Tutur katanya pun mudah dipahami alias tidak berbelit-belit. Dikarenakan ia terbiasa dengan kalimat yang sistematis, terstruktur dan kaya akan perbendaharaan kata yang ada dalam sebuah bacaan.

Para penulis handalpun mengakui bahwa kunci sukses menulis adalah banyak membaca. Karena tidak ada tulisan yang berhasil dibuat sebelum ide muncul dari pikirian. Sedangkan ide akan muncul manakala seseoang telah membaca sesuatu baik berupa buku, Koran, majalah dan sebagainya atau membaca situasi dan kondisi yang terjadi di alam sekitar.

Dalam ajaran Islam pun, perintah yang pertama kali diterima Nabi Saw dari Allah Swt melalui perantara malaikat Jibril adalah perintah membaca.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq: 1-5).

Jadi, jauh sebelum R.A Kartini memerintahkan perempuan Indonesia agar gemar membaca supaya derajat bangsa bisa meningkat. Maka 14 abad yang lalu Allah Swt lewat Rasul-Nya yang mulia telah memerintahkan kita semua untuk gemar membaca.

Bahkan telah menjadi kebiasaan para ulama terdahulu, agar semangat berkaryanya tetap terjaga maka mereka rajin membaca kisah perjalanan hidup ummat terdahulu. Dari kalangan Nabi dan Rasul juga para sahabat-sahabatnya yang mulia hingga akhir zaman.

Dibawah ini ada beberapa kiat yang mudah-mudahan dapat membuat kita lebih rajin dalam membaca. Kiat tersebut diantaranya:

Pertama, ciptakanlah minat baca yang tinggi. Minat akan muncul ketika seseorang mengetahui manfaat di balik suatu kegiatan. Kita akan lebih bersemangat membaca buku-buku tentang bisnis jika memang di hati kita ada minat yang tinggi terhadap bisnis. Maka dari itu, jika kita ingin membaca sebuah buku dengan judul tertentu alangkah baiknya jika kita mengetahui terlebih dahulu manfaat jika kita mempelajari buku tersebut. Dengan begitu kita akan lebih bersemangat dalam membacanya.

Kedua, Siapkan buku menarik. Selain minat yang tinggi, buku-buku dengan tema dan isi yang menarik pun dapat membuat kita menjadi semangat membaca. Maka dari itu jika ada uang berlebih, belilah buku-buku yang menarik secara rutin walaupun entah kapan dibacanya. Atau sekali waktu kita bisa jalan-jalan ke toko buku yang lengkap karna disana terdapat banyak buku yang sangat menarik untuk dibaca sekalipun kita termasuk orang-orang yang malas membaca. Karna fitrah manusia menyukai ilmu pengetahuan.

Ketiga, Beri jatah waktu setiap harinya untuk membaca buku. Pepatah dahulu mengatakan “bisa ala biasa” Kita tidak mungkin menjadi orang yang rajin membaca buku tanpa terlebih dahulu membiasakan diri membaca buku setiap hari. Miliki prinsip “Tiada hari yang berlalu, tanpa membaca buku.”

Keempat, menulislah. Karna dengan menulis, ilmu yang kita miliki menjadi abadi. Bisa dinikmati oleh orang lain termasuk anak cucu kita kelak. Selain itu, menulis menjadikan si penulis butuh banyak literatur keilmuan. Sedangkan literatur tersebut tersimpan baik di dalam buku-buku. Orang yang mewajibkan dirinya menulis minimal 1 halaman dalam sehari, maka bisa dipastikan ia akan rajin membaca.

Demikianlah empat kiat dalam menulis. Sebenarnya masih banyak lagi kiat yang lain, Namun dengan melaksanakan keempat kiat ini Insya Allah akan membuat kita lebih rajin lagi dalam membaca.

Ada satu hal lagi yang perlu diperhatikan oleh orang-orang yang ingin rajin membaca, yaitu hindarkan buku-buku yang secara terang-terangan mengarahkan pembacanya kepada hal negatif. Contohnya bacaan-bacaan porno yang menginspirasi orang untuk melakukan perzinahan dan buku-buku yang dihasilkan oleh orang yang telah jelas kesesatannya seperti Darwin, Lenin, Marx dan lainnya. Mereka telah menginspirasi jutaan manusia untuk saling berperang dan menguasai satu sama lain layaknya binatang. [Azam/Islampos]

Redaktur: Saad Saefullah



Peluang