Mengenal Syi'ah

Abdullah Bin Saba, Pendiri Syiah, Ternyata Seorang Yahudi

Ahad 18 Syaaban 1433 / 8 Juli 2012 04:29

kelam Abdullah Bin Saba, Pendiri Syiah, Ternyata Seorang Yahudi

SYI’AH identik dengan nama Abdullah bin Saba. Sudah banyak sumber yang mengulas siapa sebanarnya Abdullah bin Saba ini. Namun jewishencyclopedia menurunkan keterangan sehubungan dengan orang yang disebut-sebut sebagai pendiri Syi’ah ini.

Menurut jewishencyclopedia, Abdullah bin Saba adalah seorang Yahudi dari Yaman. Ia hidup pada abad ketujuh, menetap di Madinah dan memeluk Islam—sesuatu yang oleh sejarah kemudian dipertanyakan komitmen keislamannya. Ia begitu sering mengkritik kebijakan Khalifah Ustman bin Affan. Setelah salah satu kritiknya disampaikan secara negatif, ia dibuang dari kota. Situ ia pergi ke Mesir, di mana ia mendirikan sebuah sekte anti-Ustman, dan berlindung dengan cara mempromosikan kepentingan Ali.

Di Mesir, ia memperoleh pengaruh besar di sana, dan merumuskan doktrin kepentingannya. Pada awalnya, ia dikenal dengan penyebar ajaran Abdullah. Ketika Ali memimpin, ia menjilat dengan mengatakan bahwa “Anda adalah Anda!” dengan maksud mengultuskan Ali.

Tidak hanya berada di balik pembunuhan Ustman, Abdullah bin Saba pun berperan besar atas pembunuhan Ali. Ketika Ali sudah terbunuh, ia mengatakan Ali masih hidup, dan tak pernah terbunuh, bahwa sebagian dari Ketuhanan itu tersembunyi di dalam dirinya, dan bahwa setelah waktu tertentu, Ali akan kembali ke bumi untuk menegakkan keadilan.

Dalam konteks ini, Abdullah bin Saba telah meletakkan konsep Ali sama sepertinya Mesias dalam keyakinan Kristen. Keyakinan ini sampai kini terus melekat dalam sebagian pengikut Syi’ah. [sa/islampos/jewishencyclopedia]

 

Redaktur: Saad Saefullah



Peluang