Nasional

250 Guru Madrasah Akan Diberi Beasiswa S2

Rabu 19 Rejab 1434 / 29 Mei 2013 05:30

ilustrasi guru madrasah 250 Guru Madrasah Akan Diberi Beasiswa S2

DIREKTORAT Pendidikan Madrasah (Dit. Pendidikan Madrasah) akan terus mengembangkan sumber daya guru melalui prgoram beasiswa bagi guru madrasah. Untuk itu, tahun 2013 ini, Dit. Pendidikan Madrasah akan memberikan beasiswa Strata 2 (S2) kepada para guru madrasah. Demikian Direktur Pendidikan Madrasah Ditjen Pendidikan Islam Dedi Djubaedi ketika di kantornya, Selasa (28/5/2013).

Menurut Dedi Djubaedi, dalam mengembangkan sumber daya guru, akan dilakukan melalui program beasiswa, dan tahun ini dialokasikan untuk 250 guru. “(Itu) diluar program-program pengembangan lainnya,” terangnya.

Dedi Djubaedi menjelaskan, bahwa program ini diharapkan dapat memotivasi para pendidik dalam menjalankan tugas profesionalnya secara cerdas dan amanah. “Kita berharap pendidikan madrasah lebih maju, if you don’t down you don’t change if you don’t change you die,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kasubdit Tenaga Pendidik dan Kependidikan Dit. Pendidikan Madrasah A. Syafi’i menjelaskan bahwa pemberian beasiswa ini, didasari semangat untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru madrasah. “Biar mereka lebih kompeten yang berujung pada peningkatan kompetensi lulusan, itu yang kita harapkan,” imbuhnya.

Syafi’i juga menjelaskan bahwa program beasiswa seperti ini pernah dilaksanakan oleh Dit. Pendidikan Madrasah pada 2009. “Hasilnya luar biasa, prestasi mereka di perguruan tinggi umum pun sangat membanggakan,” tukasnya.

“Kini, mereka menjadi master teacher di lingkungan mereka mengajar, sebagai penggerak,” tambahnya.

Syafi’i melanjutkan, bahwa beasiswa ini diperuntukan bagi para guru madrasah, PNS maupun Non-PNS, mapel umum maupun agama. Selain itu, lanjut Syafi’i, mereka tentu harus lulus seleksi perguruan tinggi yang ditunjuk dan diminati oleh calon penerima besasiswa.

“Saat ini masih tahap penelaahan program studi yang akan dikelompokkan menjadi dua rumpun mata pelajaran, umum dan agama,” paparnya.

Menurutnya, kampus yang akan dipilih adalah perguruan tinggi yang terakreditasi menimal ‘Baik’ menurut Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). “Saat ini, kita masih belum menunjuk perguruan tingginya,” tuturnya. (Pz/Islampos)

Redaktur: Pizaro



Peluang